Kategori Berita
Selasa, 30 JUNI 2026 • 13:29 WIB

Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil SPPI, Diganti Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil SPPI, Diganti Jadi Latihan Bela Negara dan ManajerialTangkapan Layar Latsarmil SPPI (Instagram/kemhanri)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengubah konsep pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program yang sebelumnya dikenal sebagai Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini resmi dihentikan dan diganti dengan pendekatan baru bernama Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Perubahan ini dilakukan setelah Kementerian Pertahanan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta SPPI saat mengikuti program pelatihan beberapa waktu lalu.

Istilah Latsarmil Resmi Dihapus
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari evaluasi yang diarahkan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Menurut Rico, bukan hanya nama program yang berubah, tetapi juga metode pembelajaran dan materi pelatihannya.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," ujar Rico kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Latihan Militer Dikurangi, Menembak Dihapus
Dalam sistem baru tersebut, berbagai aktivitas yang berkaitan dengan latihan militer akan dikurangi secara signifikan.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari program pelatihan.

Sebaliknya, peserta akan lebih banyak mendapatkan pembekalan mengenai disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kerja sama tim, hingga kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola koperasi.

"Kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," jelas Rico.

Fokus pada Karakter dan Kepemimpinan
Kemhan menegaskan tujuan utama pelatihan bukan lagi membentuk kemampuan dasar kemiliteran, melainkan membangun karakter para calon pengelola koperasi.

Program baru akan lebih menitikberatkan pada pembentukan sikap disiplin, jiwa kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan peserta dalam mengelola koperasi yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah.

Kesehatan Peserta Jadi Prioritas
Selain mengubah materi pelatihan, Kemhan juga memastikan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama.

Setiap peserta akan dipantau kondisi kesehatannya agar latihan yang diberikan sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing.

Dengan demikian, risiko gangguan kesehatan selama mengikuti pendidikan diharapkan dapat diminimalkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil SPPI, Diganti Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!