Ilustrasi Obesitas (Magnific)
Nongkrong sambil minum minuman manis, ngemil makanan cepat saji, begadang hampir setiap malam, hingga jarang bergerak sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak remaja saat ini. Sayangnya, kebiasaan tersebut diam-diam bisa meningkatkan risiko obesitas.
Obesitas bukan sekadar soal berat badan berlebih atau penampilan. Kondisi ini bisa menjadi awal munculnya berbagai penyakit serius, bahkan sejak usia muda.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa angka obesitas pada remaja terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jika tidak dicegah sejak dini, dampaknya bisa terbawa hingga dewasa.
Apa Itu Obesitas?
Obesitas adalah kondisi ketika tubuh memiliki penumpukan lemak berlebihan sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Secara umum, seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT/BMI) di atas batas normal, meski penilaian pada remaja juga mempertimbangkan usia dan jenis kelamin.
Jangan salah, seseorang yang terlihat "gemuk biasa" belum tentu obesitas. Sebaliknya, obesitas bukan hanya soal bentuk tubuh, tetapi juga kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kenapa Remaja Sekarang Lebih Rentan?
Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari menjadi penyebab utama obesitas.
Mulai dari terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula seperti boba, kopi kekinian atau soda, hingga kebiasaan bermain gadget berjam-jam tanpa aktivitas fisik.
Ditambah lagi, banyak remaja yang tidur larut malam dan jarang berolahraga.
Akibatnya, kalori yang masuk jauh lebih banyak dibandingkan energi yang dibakar tubuh.
Tanda-Tanda Obesitas yang Perlu Diwaspadai
Obesitas tidak selalu datang secara tiba-tiba.
Beberapa tanda yang bisa mulai diperhatikan antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: