Mensesneg Prasetyo Hadi dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Humas Kemensetneg)
Pemerintah bersiap melakukan penataan besar-besaran terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan lebih tepat sasaran, berkualitas, dan tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi evaluasi Program MBG yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Prasetyo, pemerintah sepakat bahwa program MBG membutuhkan pembenahan menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.
"Memang diperlukan penataan secara menyeluruh dan harus dilakukan secepat mungkin," ujar Prasetyo kepada awak media usai rapat.
Fokus pada Kualitas dan Kepatuhan Aturan
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah menyoroti pentingnya penerapan standar operasional dalam seluruh proses pelaksanaan MBG, termasuk di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan.
Prasetyo menegaskan bahwa yang menjadi perhatian pemerintah bukan siapa pemilik atau pengelola SPPG, melainkan apakah operasionalnya berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat wajib mengikuti standar, prosedur, dan mekanisme yang telah ditetapkan agar kualitas layanan tetap terjaga.
"Yang tidak boleh adalah melanggar aturan maupun SOP yang sudah ditentukan," tegasnya.
Daerah 3T Jadi Prioritas
Selain membahas tata kelola program, pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Prasetyo mengatakan pemerintah ingin mempercepat distribusi manfaat program ke daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan gizi.
Menurutnya, masyarakat di kawasan 3T harus menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG ke depan.
Pemerintah berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang berada jauh dari pusat-pusat perkotaan.
Ibu Hamil dan Balita Ikut Jadi Fokus
Tak hanya menyasar anak-anak sekolah, pemerintah juga terus memperluas cakupan penerima manfaat MBG kepada kelompok rentan lainnya.
Dalam rapat tersebut, Prasetyo mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam dua pekan terakhir.
Kelompok yang sering disebut sebagai "3B" itu kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: