Pergantian Strategis di Badan Gizi Nasional: Tiga Pejabat Baru Dilantik
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah signifikan dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Selain Dadan, dua wakilnya, Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya, juga dicopot. Pemberhentian ini menunjukkan perhatian serius Presiden terhadap kedisiplinan dalam lembaga tersebut.
Pada Selasa, 2 Juni 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden untuk melakukan pergantian pimpinan di BGN. "Maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni Tahun 2026, bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," jelas Prasetyo.
Dadan Hindayana diangkat sebagai Kepala BGN selama masa jabatan tertentu, kini harus meninggalkan posisinya. Menteri Prasetyo juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Dadan selama ini dalam mengembangkan lembaga tersebut.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedisiplinan dalam kinerja pejabat BGN. "Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini," lanjut Prasetyo di Kantor Presiden.
Masalah kedisiplinan yang dicatat mencakup pengelolaan dan kualitas makanan yang dijaga oleh BGN. Harapan Presiden adalah agar catatan tersebut dapat segera diperbaiki demi kepentingan gizi masyarakat.
Menindaklanjuti pemberhentian, Presiden Prabowo mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Dua wakil baru juga diangkat, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, untuk mengisi posisi yang kosong.
Pengangkatan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kinerja BGN. Penekanan pada kedisiplinan dan pemenuhan Standar Operasi Prosedur (SOP) menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efektivitas lembaga ini.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: