Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan pemerasan yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Dalam perkembangan terbaru, lembaga antirasuah itu menyebut nilai dugaan uang yang terkumpul dari praktik tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan nilai pasti dari dugaan pemerasan itu akan dipaparkan secara rinci dalam konferensi pers. Namun, jumlah yang ditemukan penyidik disebut sangat besar dan menjadi salah satu fokus utama dalam penyidikan.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat pada awal Juni 2026.
Silmy Karim Masuk Daftar Tersangka
Hasil pengembangan penyidikan membuat KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Silmy Karim, yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi sebelum kemudian dipercaya menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain Silmy, sejumlah pejabat aktif maupun mantan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi juga ikut terseret dalam perkara tersebut.
KPK menilai telah memiliki alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status mereka ke tahap penyidikan. Para tersangka kini menjalani penahanan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.
Diduga Terkait Pengurusan Dokumen Tenaga Kerja Asing
Penyidik menduga praktik pemerasan terjadi dalam proses pengurusan dokumen keimigrasian yang berkaitan dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Dalam OTT yang digelar sejak malam hari, KPK mengamankan total 17 orang dari berbagai lokasi. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara, penyelenggara negara, hingga pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Beberapa pejabat yang turut diamankan antara lain mantan Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat, hingga Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Sejumlah Aset Ikut Diamankan
Tak hanya melakukan penangkapan, KPK juga menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Barang yang diamankan meliputi:
7 unit mobil
15 unit sepeda motor
11 unit sepeda
Emas dengan total berat ratusan gram
Seluruh barang bukti saat ini tengah ditelusuri untuk mengetahui keterkaitannya dengan aliran dana yang sedang diselidiki penyidik.
Jadi Perhatian Publik
Kasus ini cepat menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan sejumlah pejabat penting di sektor keimigrasian. Selain itu, nilai dugaan pemerasan yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah membuat perkara ini menjadi salah satu kasus terbesar yang diungkap KPK sepanjang tahun 2026.
KPK menegaskan proses penyidikan masih berlangsung. Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat maupun aliran dana yang berasal dari praktik dugaan pemerasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: