Sabtu, 13 JUNI 2026 • 23:52 WIB

MBG Bakal Dirombak! Pemerintah Janji Lebih Tepat Sasaran dan Tak Boros Anggaran

Author

Mensesneg Prasetyo Hadi dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Humas Kemensetneg)
Pemerintah bersiap melakukan penataan besar-besaran terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan lebih tepat sasaran, berkualitas, dan tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi evaluasi Program MBG yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Prasetyo, pemerintah sepakat bahwa program MBG membutuhkan pembenahan menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.

"Memang diperlukan penataan secara menyeluruh dan harus dilakukan secepat mungkin," ujar Prasetyo kepada awak media usai rapat.

Fokus pada Kualitas dan Kepatuhan Aturan
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah menyoroti pentingnya penerapan standar operasional dalam seluruh proses pelaksanaan MBG, termasuk di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan.

Prasetyo menegaskan bahwa yang menjadi perhatian pemerintah bukan siapa pemilik atau pengelola SPPG, melainkan apakah operasionalnya berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat wajib mengikuti standar, prosedur, dan mekanisme yang telah ditetapkan agar kualitas layanan tetap terjaga.

"Yang tidak boleh adalah melanggar aturan maupun SOP yang sudah ditentukan," tegasnya.

Daerah 3T Jadi Prioritas
Selain membahas tata kelola program, pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Prasetyo mengatakan pemerintah ingin mempercepat distribusi manfaat program ke daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan gizi.

Menurutnya, masyarakat di kawasan 3T harus menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG ke depan.

Pemerintah berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang berada jauh dari pusat-pusat perkotaan.

Ibu Hamil dan Balita Ikut Jadi Fokus
Tak hanya menyasar anak-anak sekolah, pemerintah juga terus memperluas cakupan penerima manfaat MBG kepada kelompok rentan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Prasetyo mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam dua pekan terakhir.

Kelompok yang sering disebut sebagai "3B" itu kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Pemerintah menilai pemenuhan gizi pada masa kehamilan dan usia dini memiliki peran penting dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Pemerintah Hitung Potensi Penghematan Anggaran
Selain memperbaiki tata kelola dan distribusi program, pemerintah juga tengah menghitung potensi efisiensi anggaran yang bisa diperoleh dari hasil penataan ulang MBG.

Prasetyo mengatakan evaluasi yang sedang dilakukan diyakini akan membuat penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan sesuai kebutuhan.

Karena itu, pemerintah bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN) masih melakukan perhitungan untuk mengetahui kebutuhan anggaran yang paling ideal.

"Dari hasil evaluasi sementara, kami meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran. Karena itu kami masih melakukan penghitungan bersama Kementerian Keuangan dan BGN," jelasnya.

Pengawasan Dilakukan Setiap Hari
Pemerintah memastikan evaluasi terhadap Program MBG tidak berhenti pada rapat koordinasi semata.

Menurut Prasetyo, proses pengawasan, monitoring, dan perbaikan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.

Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang digunakan dalam program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan penataan yang tengah dilakukan, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU