BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 13 APRIL 2026 • 11:56 WIB

Kegagalan Pembicaraan Iran-AS: Apa yang Salah dalam Diplomasi Ini?

Kegagalan Pembicaraan Iran-AS: Apa yang Salah dalam Diplomasi Ini?Kegagalan Pembicaraan Iran-AS: Apa yang Salah dalam Diplomasi Ini?

Pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, menunjukkan kebuntuan yang semakin dalam di tengah ketegangan yang berkepanjangan sejak Februari 2026.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Negosiasi selama hampir 21 jam ini tidak menemukan titik temu meskipun ada kehadiran pejabat tinggi dari kedua negara yang dimediasi oleh Pakistan.

Fokus Pembicaraan yang Tak Sejalan

Salah satu faktor utama kegagalan adalah bahwa pembicaraan lebih banyak berfokus pada isu-isu masa lalu ketimbang mencari solusi untuk masa depan. AS mendorong Iran untuk memperhatikan program nuklir dan kebebasan navigasi, sedangkan Iran justru menuntut kompensasi serta pengakuan atas kepentingan regionalnya.

"Secara formal mereka bicara masa depan, tapi substansinya memperdebatkan masa lalu," ujar Murad Sadygzade, seorang pakar di bidang studi Timur Tengah. Hal ini menyebabkan para negosiator tidak bisa bergerak ke arah yang lebih konstruktif, terjebak dalam sejarah konflik yang terus berulang.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Ketiadaan Kepercayaan sebagai Penghalang

Situasi di lapangan sangat dipengaruhi oleh kurangnya kepercayaan antara kedua belah pihak. Retorika AS yang menyatakan 'penawaran terbaik dan terakhir' dianggap oleh Iran sebagai sebuah ultimatum, yang semakin memperkeruh suasana.

"Nada seperti itu bukan undangan damai, melainkan bentuk superioritas yang justru menutup ruang kompromi," terang Murad. Dalam keadaan ini, kedua pihak terjebak dalam sikap defensif, yang menghalangi terjadinya solusi yang diinginkan.

Kondisi Geopolitik dan Tantangan Domestik

AS memasuki negosiasi dalam kondisi yang penuh tekanan, di mana konflik yang berkepanjangan berdampak pada pasar energi global dan meningkatkan tekanan pada ekonomi. Menurut Murad, "Washington membutuhkan jeda lebih dari yang ingin mereka akui."

Di sisi lain, ketidakpastian politik di dalam negeri AS juga mempersempit ruang manuver untuk diplomasi. Peraturan yang mengatur penggunaan kekuatan militer serta perpecahan di kalangan politisi mengganggu posisi pemerintah.

"Ketika satu pihak tertekan oleh waktu politik domestik, insentif untuk mengalah justru menurun," tambah Murad, menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi oleh AS dalam negosiasi ini.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kegagalan Pembicaraan Iran-AS: Apa yang Salah dalam Diplomasi Ini?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!