Perdebatan tentang Pengganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Penarikan timnas Iran dari Piala Dunia 2026 menjadi bahan perdebatan yang hangat. Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, mengatakan bahwa pilihan negara pengganti tidak terpaku hanya pada konfederasi geografis yang sama.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Pernyataan Kitching memberikan kejelasan bahwa menurut peraturan FIFA, pengganti timnas yang menarik diri bisa berasal dari mana saja, sehingga membuka kemungkinan bagi banyak negara untuk ditunjuk.
Tanggal 12 Maret 2026, Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengumumkan keputusan penarikan timnas dari Piala Dunia. Ia menjelaskan bahwa situasi konflik antara Irak serta pasukan Amerika Serikat dan Israel menyulitkan Iran untuk berpartisipasi.
Donyamali mencatat, keadaan ini menjadi semakin tegang, dengan serangan udara sebelumnya yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
James Kitching mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada preseden modern terkait penggantian timnas yang mundur. Ia menegaskan, 'tidak ada batasan yang mengharuskan pengganti berasal dari konfederasi yang sama,' yang memberi FIFA kebebasan untuk memilih negara pengganti.
Ia juga menambahkan, 'Artinya, tim mana pun bisa ditunjuk sebagai pengganti, bahkan tidak harus diganti sama sekali.' Hal ini kemudian memperluas spektrum negara-negara yang bisa dipertimbangkan.
Kitching menyoroti bahwa keputusan pengganti timnas ini juga harus mempertimbangkan aspek politik. 'Apakah skenario tersebut bisa diterima secara politis? Itu pertanyaan berbeda,' ujarnya.
Komentar ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai bagaimana proses pemilihan pengganti akan berjalan dan siapa negara yang dianggap layak untuk mengambil alih tempat Iran dalam turnamen.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: