BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 23:18 WIB

Menteri Luar Negeri Soroti Ancaman Perang di Iran dan Dampaknya bagi Stabilitas Kawasan

Menteri Luar Negeri Soroti Ancaman Perang di Iran dan Dampaknya bagi Stabilitas KawasanMenteri Luar Negeri Soroti Ancaman Perang di Iran dan Dampaknya bagi Stabilitas Kawasan

Menteri Luar Negeri Sugiono memperingatkan tentang risiko signifikan dari konflik yang terjadi di Iran, yang dapat menjangkau lebih banyak negara. Ia menegaskan bahwa jika ketegangan ini tidak terkelola, dampaknya bisa jauh lebih besar dan mengancam stabilitas kawasan.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dalam penjelasannya, Sugiono menyampaikan pandangannya di Hotel Fairmont, Jakarta, menyoroti bahwa potensi eskalasi bisa meningkat jika situasi tidak ditangani dengan bijak. Ia juga mendesak semua negara untuk bekerja sama dalam de-eskalasi.

Risiko Eskalasi yang Meningkat

Sugiono menjelaskan, 'Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara gitu.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa jika ketegangan tidak ditangani dengan hati-hati, konflik bisa meluas.

Ia juga menekankan pentingnya semua negara berkomitmen terhadap upaya de-eskalasi. 'Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan,' ujarnya, menggarisbawahi perlunya kerja sama internasional.

Sikap proaktif sangat diperlukan dalam situasi ini agar semua pihak bisa menjaga stabilitas dan mengurangi potensi konflik lebih jauh.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Gagalnya Perundingan di Jenewa

Sugiono mengungkapkan penyesalannya atas hasil perundingan negatif antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa. 'Kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi,' jelasnya.

Kegagalan ini dipandangnya sebagai indikasi bahwa diplomasi saat ini belum berhasil meredakan ketegangan. Ia mencatat, 'Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain.'

Penilaian ini menyoroti dampak langsung dari diplomasi yang kurang efektif dan bagaimana hal itu bisa memperburuk situasi di kawasan.

Indonesia Siap Mediator

Dalam wawancara tersebut, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan kesediaan untuk menjadi mediator dalam konflik ini. Ia menambahkan, 'Keinginan beliau, menawarkan kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya.'

Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam penyelesaian konflik yang berkepanjangan. Sugiono berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

Ia menutup penjelasannya dengan harapan, 'Intinya adalah bahwa ya, kita berharap agar prinsip-prinsip hukum-hukum internasional, piagam PBB itu tetap dihormati.' Hal ini menunjukkan posisi penting Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menteri Luar Negeri Soroti Ancaman Perang di Iran dan Dampaknya bagi Stabilitas Kawasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!