BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 23:11 WIB

Transparansi Algoritma dan Moderasi Konten: Permintaan Mendesak dari Indonesia kepada Meta

Transparansi Algoritma dan Moderasi Konten: Permintaan Mendesak dari Indonesia kepada MetaTransparansi Algoritma dan Moderasi Konten: Permintaan Mendesak dari Indonesia kepada Meta

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan pentingnya transparansi dalam algoritma serta moderasi konten yang dijalankan oleh Meta, termasuk platform seperti Facebook dan Instagram.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Hal ini menjadi sorotan di tengah kekhawatiran atas meningkatnya misinformasi dan polarisasi sosial di dunia digital Indonesia.

Permintaan Terbuka untuk Transparansi

Dalam pertemuan di SCBD Jakarta, Meutya Hafid meminta manajemen Meta untuk lebih terbuka mengenai algoritma yang mendasari rekomendasi konten kepada pengguna.

Keterbukaan ini dianggap penting agar masyarakat dapat memahami dampak dari konten provokatif atau menyesatkan yang berpotensi merugikan.

Meutya menekankan keperluan penguatan kapasitas pengawasan konten di Indonesia, dengan harapan jumlah personel yang terlibat dalam menangani disinformasi dapat ditingkatkan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Tanggung Jawab Besar Meta di Indonesia

Dengan lebih dari 230 juta pengguna internet di tanah air, Meta diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan konten yang beredar tidak memperburuk kondisi sosial.

Pemerintah juga mengharapkan perusahaan ini bisa lebih mematuhi regulasi yang berlaku, agar tidak lagi terjebak dalam kontroversi mengenai informasi yang menyesatkan.

Data menunjukkan bahwa kepatuhan Meta dalam menanggulangi masalah seperti judi online dan disinformasi masih sangat rendah, berada di angka 28,47%.

Upaya Pemerintah Memperkuat Pengawasan Digital

Kunjungan kerja ini melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga, termasuk keamanan dan penegak hukum, untuk memperkuat pengawasan di ruang siber.

Meutya Hafid menegaskan pentingnya kemampuan Meta dalam moderasi konten, sehingga dapat lebih memahami konteks lokal dan dinamika sosial di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan Pasal 40 Undang-Undang ITE yang menetapkan kewajiban pemerintah melindungi kepentingan umum dari efek negatif aktivitas digital.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Transparansi Algoritma dan Moderasi Konten: Permintaan Mendesak dari Indonesia kepada Meta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!