Warga AS Beralih Aplikasi, ChatGPT Tersingkir dari Perangkat
Banyak warga Amerika Serikat mengambil langkah drastis dengan menghapus aplikasi ChatGPT dari perangkat mereka. Keputusan ini di tengah pengumuman kolaborasi OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Data menunjukkan lonjakan penghapusan hampir empat kali lipat, mencerminkan pergeseran preferensi pengguna menuju alternatif lain seperti Claude dari Anthropic.
Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, aplikasi ChatGPT mengalami lonjakan penghapusan hingga 295 persen. Angka ini jauh melampaui rata-rata penghapusan bulanan yang sebelumnya hanya 9 persen.
Kenaikan drastis tersebut sejalan dengan pengumuman kerja sama OpenAI dan Departemen Pertahanan AS, kini yang disebut sebagai Departemen Perang. Warga tampaknya khawatir mengenai penggabungan teknologi dengan kepentingan militer.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Perusahaan Anthropic, pengembang aplikasi Claude, menegaskan tak akan mengikuti permintaan Pentagon yang meminta perubahan kebijakan terkait penggunaan AI. Kebijakan tersebut menyebutkan larangan penggunaan Claude untuk pemantauan warga AS.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan, "Kami tidak bisa secara nurani mengizinkan Departemen Pertahanan AS menggunakan model AI mereka tanpa pembatasan." Pernyataan ini menandakan komitmen perusahaan terhadap etika dalam pengembangan teknologi.
Tren pengunduhan ChatGPT menunjukkan penurunan 13 persen pada hari Sabtu, setelah sebelumnya meningkat 14 persen pada hari Jumat. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna mulai menjauh dari aplikasi tersebut terkait isu-isu keamanan.
Claude mencatat kesuksesan dengan menjadi aplikasi teratas di App Store selama akhir pekan, muncul dari ketidakjelasan sebelumnya di 20 besar. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang arah dan pilihan konsumen di industri teknologi.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: