Penjelasan Persija Terkait Kontroversi Penggunaan JIS oleh Borneo FC
Persija Jakarta memberikan klarifikasi mengenai protes yang diajukan Borneo FC terkait larangan penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) untuk sesi official training. Kejadian ini terjadi menjelang laga pekan ke-24 Super League 2025-2026, dan menimbulkan banyak tanya di kalangan penggemar.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Borneo FC yang merasa dirugikan, mengeluhkan larangan tersebut karena hanya menerima informasi lima menit sebelum sesi latihan dimulai. Persija menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kualitas lapangan dalam menghadapi pertandingan.
Pada 3 Maret 2026, Borneo FC tidak diperbolehkan menggunakan lapangan utama JIS untuk official training. Manajer tim, Dandri Dauri, menyatakan bahwa mereka merasa kesulitan dengan keputusan mendadak ini yang cukup mengejutkan, terutama karena pemain sudah bersiap di lapangan.
Protes dari Borneo FC mencuat, di mana mereka menyampaikan bahwa seharusnya OT telah diatur sebelumnya dan berharap mendapatkan penjelasan yang jelas dari pihak Persija mengenai situasi tersebut.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Menanggapi protes tersebut, Persija Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjelaskan lebih lanjut. Dalam klarifikasi ini, mereka menyatakan bahwa segala hal teknis telah dikoordinasikan dengan tim tamu, termasuk Asisten Manajer Borneo FC, Farid, lima hari sebelum pertandingan.
Persija menegaskan komitmen mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tim tamu dan menyebutkan bahwa penyesuaian lokasi OT Borneo FC sudah dipertimbangkan dengan matang, bukan tanpa dasar.
Pihak Persija menjelaskan, bahwa kebijakan penggunaan lapangan untuk sesi latihan berlaku sama untuk semua tim tamu yang bertanding di JIS. Tim seperti Persita, Malut United, Bali United, dan PSM pun menjalani OT di lapangan latih, bukan di lapangan utama.
Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis untuk menjaga kualitas rumput lapangan utama JIS. Persija mengharapkan kebijakan ini tidak dipandang negatif, namun sebagai upaya untuk menjamin kualitas pertandingan bagi semua tim.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: