Kecelakaan Pesawat Kargo di Krayan: Penjelasan dan Langkah Selanjutnya
Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungkapkan kronologi bagaimana pesawat kargo Pelita Air jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kalimantan Utara. Kecelakaan ini terjadi saat pesawat dalam perjalanan membawa BBM dari Long Bawan menuju Tarakan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, mengonfirmasi bahwa pesawat berjenis Air Tractor AT-802 mengalami sinyal darurat beberapa menit setelah lepas landas. Insiden ini meninggalkan duka mendalam, terutama dengan kabar meninggalnya pilot yang bertugas.
Pesawat Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dilaporkan berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC. Sebelum sinyal darurat diterima pada pukul 04.20 UTC, pilot sempat menyampaikan lokasinya kepada petugas ATC Tarakan.
Pilot pesawat melaporkan posisinya kepada ATC pada pukul 04.24 UTC sebelum Emergency Locator Transmitter (ELT) diaktifkan. Dalam penerbangan ini, pesawat membawa satu orang kru dan kini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Pesawat ini ditujukan untuk mengantarkan muatan BBM Pertamina dan mengalami kecelakaan sebelum mencapai Bandara Tarakan, yang diperkirakan akan dilalui pada pukul 05.15 UTC.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Lukman F Laisa juga menyampaikan bahwa pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kemenhub memastikan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin sebelum terbang.
Dengan adanya insiden tragis ini, pihak Kemenhub mempertegas pentingnya keselamatan dan standar penerbangan yang tinggi. Penyelidikan resmi terhadap insiden ini akan dilakukan untuk memastikan kejelasan peristiwa.
Proses ini melibatkan berbagai instansi terkait dan diharapkan bisa mengungkap penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi. Mereka menghimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi mengenai proses investigasi yang sedang berlangsung.
Ditjen Hubud menekankan komitmen untuk menjaga keselamatan penerbangan sekaligus memastikan semua pihak terkait berkoordinasi dalam penanganan insiden ini. Kejelasan informasi diharapkan bisa membantu pemulihan dan kepercayaan masyarakat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: