Iran Batasi Akses di Selat Hormuz Selama Latihan Militer
Pada tanggal 17 Februari 2026, Iran mengambil langkah berani dengan menutup sebagian Selat Hormuz selama latihan militer yang dilakukan oleh Garda Revolusi Teheran.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Langkah ini dilakukan di tengah gejolak perundingan mengenai program nuklir yang telah berlangsung lama antara Amerika Serikat dan Iran.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran yang sangat penting, menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar dunia. Penutupan ini diumumkan oleh Garda Revolusi Iran setelah ancaman militer yang disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump, pada Januari lalu.
Garda Revolusi menjelaskan bahwa penutupan tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan pelayaran selama latihan militer bernama 'Smart Control of the Strait of Hormuz'. Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional angkatan laut Iran.
Dengan sekitar 13 juta barel minyak mentah melintasi selat ini setiap hari, Selat Hormuz dianggap sebagai choke point utama, menyuplai 31% dari total aliran minyak mentah dunia lewat jalur laut.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Penutupan Selat Hormuz terjadi bersamaan dengan perundingan yang berlangsung intens antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengindikasikan adanya kemajuan meski tantangannya masih berat.
"Namun kemajuan ini bukan berarti kesepakatan akan segera dicapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," kata Araghchi, yang menunjukkan bahwa ketegangan antarnegara tetap ada.
Latihan militer ini bisa dipandang sebagai cara bagi Iran untuk menunjukkan ketangguhan menghadapi tekanan internasional, serta sinyal kepada negara-negara lain tentang ketahanan mereka.
Akibat penutupan ini, pasar minyak global menunjukkan pergerakan harga yang fluktuatif. Harga minyak Brent mencatatkan penurunan 1,8% ke level US$ 67,48 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% ke harga US$ 62,65 per barel.
Jakob Larsen, Chief Safety and Security Officer Bimco, menyatakan bahwa penutupan tersebut tidak akan memiliki dampak besar terhadap kapal-kapal menuju Teluk Persia. "Latihan ini menetapkan area uji tembak yang tumpang tindih dengan jalur masuk kapal," ujarnya.
Meski situasi di laut semakin tegang, kapal-kapal komersial akan cenderung menghindari area tersebut demi keselamatan.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: