Tragedi Pelajar: Penemuan Jenazah di Kampung Gajah Bandung
Seorang pelajar berinisial ZAA ditemukan tewas di lokasi bekas wisata Kampung Gajah, Bandung Barat. Korban dilaporkan hilang setelah tidak bersekolah dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Suprihatin, menyatakan bahwa korban terakhir terlihat di sekolah pada tanggal 9 Februari 2026 sebelum pihak keluarga mengajukan izin tidak masuk.
ZAA tidak hadir di sekolah sejak 10 Februari, dan keluarganya mengaku tak mengetahui keberadaan korban saat menginap di rumah teman. Pada 11 Februari, keluarga bersama pihak sekolah melakukan pencarian, namun hasilnya kosong hingga akhirnya informasi tentang penemuan jasadnya muncul di media sosial.
Titin Suprihatin menyampaikan bahwa mereka berkoordinasi dengan kepolisian setelah mendapat kabar tentang penemuan mayat tersebut. "Setelah dikonfirmasi, ternyata itu benar anak didik saya," cetusnya, menegaskan kesedihan mendalam atas kejadian ini.
Jenazah ZAA saat ini belum dapat dipulangkan karena masih menunggu proses otopsi. Titin menambahkan bahwa diperkirakan jenazah akan dimakamkan di Garut setelah proses tersebut selesai.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
ZAA dikenal sebagai anak yang telah mengalami kehilangan, dengan ibunya yang meninggal saat dirinya masih di sekolah dasar dan ayah yang tengah sakit. Ini menambah duka yang dirasakan oleh keluarga dan teman-teman sekelasnya.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kematian ZAA, terutama dengan ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Konten kreator yang menemukan jasad ZAA saat melakukan siaran langsung di platform TikTok menjadi perhatian media. Ia menemukan jasad di area wisata yang terbengkalai saat sedang membuat konten horor.
Insiden ini memicu dampak luas di media sosial, dengan variasi spekulasi dan tanggapan dari masyarakat mengenai keamanan lokasi tersebut. Kapolres Niko menyatakan akan membuka kemungkinan untuk melanjutkan penyelidikan di area itu.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita hoaks dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang sedang berjalan. Proses autopsi saat ini dilaksanakan di RS Polri Sartika Asih, Kota Bandung.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: