Kursi Wakil Menteri Keuangan Kini Kosong, Presiden Prabowo Lakukan Konsultasi
Posisi Wakil Menteri Keuangan kini kosong setelah Thomas Djiwandono dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto berencana meminta masukan dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam memilih pengganti Djiwandono.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menginformasikan bahwa pelantikan Wamenkeu baru belum terjadwal dan masih menunggu proses pengisian posisi penting di BI oleh Djiwandono.
Posisi Wakil Menteri Keuangan kosong setelah pelantikan Thomas 'Tommy' Djiwandono. Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan kajian dan meminta pendapat dari Menteri Keuangan terkait pengisian jabatan ini.
Hal ini menjadi penting, mengingat peran strategis kementerian keuangan dalam mengatur kebijakan fiskal di Indonesia. Pengisian jabatan Wamenkeu diharapkan berlangsung transparan, melibatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Keuangan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Menurut Prasetyo, pelantikan Wamenkeu yang baru belum memiliki jadwal pasti. Proses terkait Deputi Gubernur Bank Indonesia masih berlangsung dan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari DPR, Tommy Djiwandono menyatakan komitmennya untuk menjaga independensi Bank Indonesia. "Saya melewati fit and proper (test) itu melalui dan mengikuti segala peraturan dan perundangan yang sudah ada," ujarnya usai rapat paripurna di kompleks parlemen.
Tommy Djiwandono menekankan pentingnya menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter dalam setiap langkah yang diambil oleh Bank Indonesia. Ini menunjukkan konsistensinya dalam memenuhi tugas sebagai lembaga keuangan negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia juga menyatakan, "independensi bank sentral" adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi. Dengan latar belakang dan pengalaman yang kuat di sektor keuangan, diharapkan kebijakan yang diambil mampu mempertahankan stabilitas perekonomian di Indonesia.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: