Korea Utara Sambut Kembali Pasukan dari Misi di Rusia
Korea Utara baru-baru ini melaksanakan upacara untuk menyambut pasukan yang telah kembali dari Rusia setelah menjalani misi pembersihan ranjau di Kursk.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dalam acara tersebut, Pemimpin Kim Jong-un memberikan penghormatan kepada prajurit yang kehilangan nyawa selama penugasan.
Pada bulan Agustus, sekitar 1.000 pasukan teknik dari Korea Utara dikerahkan untuk membantu Rusia dalam membersihkan ranjau yang terpasang akibat konflik di Ukraina.
Misi ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kondisi di wilayah yang terkena dampak pertempuran.
Sebelumnya, terdapat laporan bahwa sekitar 15.000 tentara tempur kami dikirim untuk mendukung aksi militer Rusia.
Berdasarkan informasi dari badan intelijen Korea Selatan, sekitar 2.000 prajurit hilang selama pelaksanaan misi ini.
Dalam pidato yang disampaikan di upacara penyambutan, Kim Jong-un menyampaikan rasa syukurnya atas kembalinya sebagian besar pasukan dengan selamat.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Namun, ia juga mengekspresikan kesedihan atas kehilangan sembilan prajurit dalam misi yang dilaksanakan dalam 'lingkungan tempur yang keras'.
Pada momen tersebut, Kim menyebut perjuangan para prajurit sebagai contoh 'kepahlawanan dan profesionalisme'.
Ia juga menyoroti keberhasilan para insinyur militer yang berhasil mengubah area berisiko menjadi zona aman dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Kim Jong-un menggarisbawahi pentingnya komitmen ideologis bagi prajurit dalam menjalankan tugas mereka.
Ia mengingatkan bahwa rasa kebersamaan dan mengutamakan keselamatan rekan setim merupakan faktor penting dalam kelangsungan misi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: