Neal Mohan, CEO YouTube: Mengelola Penggunaan Perangkat Digital untuk Anak
Neal Mohan, CEO YouTube, memperkenalkan kebijakan ketat mengenai penggunaan perangkat digital untuk anak-anaknya di tengah kemajuan teknologi yang pesat.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dengan memimpin platform video terbesar di dunia, ia menekankan pentingnya mengontrol konsumsi konten digital demi keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Neal Mohan menegaskan bahwa akses anak-anaknya terhadap berbagai platform digital harus dikendalikan. Ia percaya bahwa pembatasan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan aktivitas anak-anak.
Mohan menjelaskan, 'Kami memang membatasi waktu mereka di YouTube dan platform lain serta bentuk media lainnya. Pada hari kerja kami cenderung lebih ketat, di akhir pekan kami cenderung lebih longgar. Kami sama sekali tidak sempurna.'
Melalui langkah ini, Mohan berupaya untuk mengedukasi orang tua tentang pentingnya pengawasan dalam penggunaan media digital. Ini adalah bentuk kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda di era digital.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Sebagai pemimpin industri, Mohan merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kontrol kepada orang tua mengenai tontonan anak-anak mereka. 'Tujuannya adalah untuk memudahkan semua orang tua mengelola penggunaan YouTube anak-anak mereka dengan cara yang sesuai dengan rumah tangga mereka,' tambahnya.
Inisiatif ini bertujuan untuk membantu orang tua dalam mengawasi tontonan anak, khususnya dengan tingginya volume konten yang tersedia di platform saat ini.
Kebijakan ini mencerminkan tanggung jawab para pemimpin teknologi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.
Bill Gates, pendiri Microsoft, juga menerapkan kebijakan ketat terhadap penggunaan perangkat digital di antara anak-anaknya. Ia pernah menyatakan, 'Kami tidak memegang ponsel di meja saat makan, kami tidak memberikan anak-anak kami ponsel sampai mereka berusia 14 tahun dan mereka mengeluh anak-anak lain mendapatkannya lebih awal.'
Kebijakan seperti ini menunjukkan tren di kalangan pemimpin teknologi yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak.
Dengan membatasi akses ke perangkat digital, mereka berusaha agar anak-anak dapat lebih fokus pada perkembangan diri serta membangun interaksi sosial yang lebih bermakna.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: