Fenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan Indonesia
Jeda karier atau 'career break' di kalangan perempuan semakin umum di Indonesia, sering kali diambil untuk alasan pribadi, seperti merawat anak atau keluarga.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 40 persen perempuan memilih untuk mengambil jeda karier, mengharapkan bisa kembali bekerja di masa depan dengan format yang lebih sesuai.
Jeda karier sering diambil sebagai respons terhadap tuntutan pengasuhan yang masih terbebani pada perempuan. Wita Krisanti, Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), menekankan bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga yang berat.
Era persaingan kerja yang semakin ketat juga mendorong perempuan untuk berhenti sejenak. Menurut survei IBCWE, alasan yang paling umum untuk mengambil jeda mencakup mengurus orang tua, merawat anak, atau ingin meningkatkan diri.
Sebuah studi menunjukkan bahwa meskipun 98 persen perempuan yang mengambil jeda karier ingin kembali bekerja, mereka sering dihadapkan pada tantangan yang berkaitan dengan reintegrasi ke pasar kerja.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Salah satu tantangan utama adalah hilangnya identitas profesional. Banyak perempuan merasa kehilangan diri mereka ketika keluar dari dunia kerja, yang mengganggu kemampuan mereka untuk beradaptasi kembali.
Hampir sepertiga perempuan yang mengambil jeda karier mengalami kekhawatiran akan tertinggal dalam perkembangan industri. Ini mencakup rasa cemas terhadap perubahan teknologi dan skill set yang mungkin sudah ketinggalan zaman.
Bias yang dimiliki perusahaan terhadap 'gap' dalam CV juga sering membuat perempuan harus memberikan penjelasan yang berlebihan mengenai jeda tersebut saat proses perekrutan.
Mengambil langkah aktif dalam memperbarui skill merupakan salah satu strategi yang dianjurkan. Mengikuti pelatihan, kursus, atau webinar dapat membantu meningkatkankan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Penting bagi perempuan untuk menyusun CV yang menekankan keahlian dan pengalaman yang diperoleh selama jeda, alih-alih fokus pada periode tanpa pekerjaan.
Membangun kembali jaringan profesional juga merupakan langkah krusial. Menghadiri seminar atau bergabung dalam komunitas profesional dapat membuka kembali peluang yang telah terabaikan.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: