Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Hadapi Ketegangan Internal di Organisasi
Hari ini, Gus Yahya, Ketua Umum PBNU, menghadiri Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, untuk membahas isu islah internal organisasi. Ini terjadi di tengah ketegangan yang melanda Nahdlatul Ulama seiring dengan perubahan kepemimpinan yang signifikan.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Gus Yahya menyampaikan bahwa pemanggilannya terkait komunikasi yang terhambat antara dirinya dengan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, yang belum memberikan balasan atas permintaan audiensinya.
Keadaan di dalam tubuh Nahdlatul Ulama mulai memanas, terutama setelah diadakannya rapat harian Syuriyah pada 20 November 2025. Rapat tersebut menghasilkan surat edaran yang meminta Gus Yahya untuk mundur sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari setelah surat tersebut diterima.
Gus Yahya mengungkapkan keprihatinannya tentang keputusan yang diambil tanpa memberikan peluang untuk klarifikasi. Ia menyatakan, "Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan," menunjukkan ketidakpuasannya akan komunikasi yang tidak terjalin.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Meski surat edaran tersebut menyatakan bahwa Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, ia dengan tegas menyatakan bahwa keputusan ini tidak sah. Ia menegaskan, "Saya masih tetap dalam jabatan saya sebagai Ketua Umum berdasarkan konstitusi organisasi dan juga berdasarkan pengakuan dari seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indonesia."
Surat itu ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU, Afifuddin Muhajir, dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir, namun Gus Yahya merasa bahwa surat tersebut dibuat tanpa keabsahan yang jelas, yang menandakan adanya perpecahan di internal organisasi.
Gus Yahya menunjukan komitmen untuk mencari solusi terhadap masalah yang muncul. Ia berusaha menghubungi Miftachul Akhyar untuk menjadwalkan pertemuan, meski sampai saat ini belum mendapatkan respons.
Ia mengisyaratkan ketidakpuasannya dengan situasi ini dengan mengatakan, "Mungkin pada satu titik saya akan kirim pesan lagi untuk minta menghadap ya." Selain berupaya menghadapi konflik internal, terdapat harapan untuk mengembalikan stabilitas di dalam organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: