Ketua Umum PBNU Hadiri Pesantren Lirboyo dalam Ketegangan Internal
Yahya Cholil Staquf, atau akrab disapa Gus Yahya, dijadwalkan hadir di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur hari ini, Kamis (27/11). Pertemuan ini diharapkan bisa mengurai isu islah internal yang mengemuka di tengah ketegangan dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam pertemuan ini, Gus Yahya juga akan membahas komunikasi yang terhambat dengan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, yang belum memberikan tanggapan terhadap permintaan audiensi.
Awal mula ketegangan di Nahdlatul Ulama muncul setelah rapat Syuriyah yang berlangsung pada 20 November 2025. Rapat tersebut memunculkan surat edaran yang meminta Gus Yahya mundur dari jabatannya dalam waktu tiga hari.
Gus Yahya mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap keputusan yang dinilainya diambil tanpa adanya kesempatan untuk memberikan klarifikasi. "Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan," ujarnya, menekankan titik lemah dalam komunikasi saat pengambilan keputusan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Surat edaran yang mengklaim bahwa Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum ditolak olehnya sebagai tidak sah. Ia dengan tegas menyatakan, "Saya masih tetap dalam jabatan saya sebagai Ketua Umum berdasarkan konstitusi organisasi dan juga berdasarkan pengakuan dari seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indonesia."
Ia merasa bahwa keputusan yang diambil tanpa prosedur yang jelas menunjukkan adanya perpecahan di dalam organisasi, apalagi surat tersebut ditandatangani tanpa konsultasi memadai dari pihak-pihak yang terkait.
Gus Yahya menunjukkan komitmen besar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan berusaha menghubungi Miftachul Akhyar untuk mengatur jadwal pertemuan. Meskipun upaya tersebut belum membuahkan hasil, ia tetap optimis.
Ia berencana untuk mengirim pesan lagi demi meminta audiensi lebih lanjut, menegaskan pentingnya stabilitas dalam organisasi yang telah berusia lebih dari satu abad. "Mungkin pada satu titik saya akan kirim pesan lagi untuk minta menghadap ya," tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: