Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengeluarkan tanggapan terkait usulan pemindahan gerbong khusus perempuan setelah insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
AHY menekankan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi publik, guna memberikan rasa aman kepada semua penumpang.
Keselamatan Sebagai Prioritas
AHY menyatakan, "Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik."
Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan sistem transportasi yang melindungi seluruh penumpang, tidak hanya perempuan sebagai kelompok rentan.
AHY juga mencatat bahwa insiden serupa belum pernah terjadi sebelumnya, menggarisbawahi perlunya evaluasi sistem untuk peningkatan keselamatan.
Investigasi Mengenai Kecelakaan
AHY telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan tersebut.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
"KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik," jelasnya.
Investigasi ini tidak hanya akan mencakup penyebab kecelakaan tetapi juga potensi gangguan pada sistem persinyalan.
AHY menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Solusi Jangka Panjang untuk Keselamatan Transportasi
Untuk meningkatkan keselamatan transportasi dalam jangka panjang, AHY menyarankan pembangunan infrastruktur seperti jalan layang dan terowongan di area rawan kecelakaan.
"Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass," tambahnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di masa depan.
Kecelakaan tragis yang berlangsung pada 27 April 2023 mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dan 81 lainnya terluka, yang semakin mempertegas perlunya perhatian serius terhadap keselamatan transportasi.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: