Selasa, 14 APRIL 2026 • 15:21 WIB

Teuku Rassya Beri Penjelasan Terkait Keterlibatan Ibunya di Hari Pernikahan

Author

Teuku Rassya Beri Penjelasan Terkait Keterlibatan Ibunya di Hari Pernikahan

Teuku Rassya telah resmi menikah dengan Cleantha Islan pada Minggu (12/4/2026) di Hotel Raffles, Jakarta Selatan. Kehadiran ibunya, Tamara Bleszynski, sebagai tamu undangan menjadi sorotan dan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Merespons hal tersebut, Rassya merasa perlu memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang mengenai peran ibunya di acara tersebut.

Klarifikasi Isu Kehadiran

Dalam unggahan terbaru di Instagram, Rassya menyatakan bahwa klarifikasi yang ia berikan bukan untuk mengumbar privasi, tetapi untuk meredakan ketidakpahaman yang meluas. Ia menegaskan pentingnya mengoreksi informasi yang keliru, terutama ketika berhubungan dengan pandangan publik yang sering kali tidak berlandaskan fakta.

Rassya menjelaskan bahwa kehadiran ibunya bukanlah hal yang sepele. "Mana mungkin terlintas buat ngundang ibu sendiri sebagai tamu?" ucapnya, menegaskan peran penting ibunya dalam prosesi pernikahan seperti sungkeman.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Masalah Busana dan Komunikasi

Selain isu kehadiran, Rassya juga membahas mengenai masalah busana yang muncul selama persiapan. Ia menegaskan bahwa keputusan terkait busana diambil setelah melalui komunikasi yang baik.

Awalnya, Cleantha, istri Rassya, telah menyiapkan kain untuk busana akad dan resepsi. Namun, ibu Rassya lebih memilih untuk berkonsultasi dengan sahabatnya di Bali untuk merancang gaun, yang sayangnya tidak dapat terealisasi karena masalah kesehatan sahabatnya.

Menyadari situasi mendesak tersebut, ibunya akhirnya meminta bantuan untuk menemukan penjahit baru. Proses penyesuaian busana pun dilakukan dengan tergesa-gesa menjelang hari pernikahan, namun Rassya menekankan bahwa semua tetap dilakukan dalam kerangka komunikasi yang baik.

Pesan untuk Publik

Di penghujung klarifikasinya, Rassya mengingatkan publik untuk lebih bijak dalam memberikan penilaian. Ia menyadari bahwa gaya komunikatif ibunya yang sering kali puitis dapat ditafsirkan berbeda, namun hal tersebut tidak seharusnya memicu prasangka yang tidak berdasar.

"Jadi mohon sekali ya teman-teman, jangan selalu utamakan suudzon dan menghujat cuman karena ibu saya cinta puisi," tegasnya. Rassya berharap agar masyarakat dapat memahami konteks lebih dalam sebelum menyimpulkan sebuah cerita, terutama yang melibatkan dinamika keluarga.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU