Penyanyi Rossa enggan tinggal diam terkait fitnah yang menyerang reputasinya di media sosial dan kini mengambil tindakan hukum. Tindakan ini diambil setelah serangkaian konten manipulatif beredar, merugikan namanya sebagai seorang artis.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kuasa hukum Rossa, Ikhsan Tuleka, mengungkapkan bahwa foto dan video yang disalahgunakan dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat yang sering mengakses informasi di platform digital.
Pemberantasan Konten Manipulatif
Rossa kini bekerja sama dengan tim hukum untuk menyelidiki akun-akun yang turut menyebarkan konten hoaks mengenai dirinya. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ikhsan Tuleka menegaskan bahwa konten tersebut sudah melampaui batas kewajaran.
Ikhsan menjelaskan, "Ini ya, ini contoh, jadi teman-teman media ini contoh ya konten-konten itu. Mereka mengambil gambar, foto, video dari T.O.C, lagu atau musik, dijahit dengan fitnah untuk menaikkan engagement." Tindakan tersebut tidak hanya merugikan Rossa, tetapi juga menunjukkan ketidakbertanggungjawaban pelaku.
Ia menekankan bahwa tindakan hukum ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik. Dengan pernyataannya, "Jadi sekali lagi kami pertegas bahwa ini menunjukkan bahwa kita bertumbuh secara media sosial penggunanya, tapi tidak berbanding lurus dengan kecerdasan atau kecermatan masyarakat kita dalam menggunakan media sosial," Ikhsan berharap agar masyarakat lebih bijak di dunia maya.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Tuntutan Moral dan Hukum
Pihak Rossa juga mengajukan permintaan maaf dari akun-akun yang menyebarkan informasi hoaks tentang dirinya. Natalia Rusli, salah satu tim kuasa hukum, menekankan pentingnya bertanggung jawab meski konten tersebut sudah dihapus.
Beliau menyatakan, "Meminta maaf, karena walaupun sudah men-take down, kami sudah men-screenshot semuanya, bukti-buktinya sudah ada di tangan kami." Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab moral harus dipenuhi untuk perbuatan yang merugikan.
Natalia menambahkan, "Tapi itu sudah menghancurkan harkat, martabat, reputasi seorang diva seperti itu." Mereka berharap bukti yang ada bisa membuat masyarakat sadar akan dampak dari informasi yang tidak akurat.
Langkah Selanjutnya jika Somasi Diabaikan
Pihak Rossa memiliki rencana untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut jika somasi yang diajukan tidak direspons dengan baik. Natalia menjelaskan kemungkinan untuk melaporkan oknum-oknum tersebut ke pihak kepolisian.
Ia mengatakan, "Jadi semua apabila tidak bisa bekerja sama dengan baik dan menerima masukan dan somasi dari kami, maka kami akan proses hukum selanjutnya." Meskipun kemungkinan ini bisa memakan waktu, tim hukum Rossa tetap berkomitmen untuk mencari keadilan.
Dengan semua langkah tersebut, tim hukum berharap dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: