Kamis, 09 APRIL 2026 • 16:17 WIB

Kembali Terkunci, Selat Hormuz Dipicu Ketegangan Israel dan Lebanon

Author

Kembali Terkunci, Selat Hormuz Dipicu Ketegangan Israel dan Lebanon

Kurang dari sehari setelah pengumuman gencatan senjata, Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai reaksi terhadap serangan yang dilakukan Israel di Lebanon.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Serangan udara itu dilaporkan menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari seribu, meningkatkan ketegangan di wilayah yang sudah rawan konflik ini.

Gencatan Senjata yang Terancam

AS dan Iran baru-baru ini sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur transportasi energi vital.

Namun, serangan militer Israel, yang meluncurkan lebih dari 100 bom dalam semalam, menghancurkan harapan tersebut. Crisis kemanusiaan di Lebanon pun semakin memperburuk situasi yang sudah tegang.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengonfirmasi bahwa, sebelum fajar, setidaknya 254 orang telah kehilangan nyawa, menambah daftar panjang korban akibat konflik yang tidak kunjung berakhir.

Reaksi Pemerintah Lebanon dan Internasional

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyatakan keprihatinan mendalam tentang krisis kesehatan yang dihadapi, mendesak dukungan internasional. "Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," ujarnya.

Sementara itu, PM Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata tetapi menekankan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. "Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan serangan," tambahnya.

Pandangan AS Terhadap Penutupan Selat Hormuz

Dalam pernyataan terbaru, AS menekankan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, menyebut penutupan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. "Saya akan mengulangi harapan dan tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali segera, cepat, dan aman," ujarnya.

Presiden Trump juga menekankan dukungannya terhadap langkah Israel, menunjukkan bahwa Hizbullah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang dicapai dengan Iran. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan yang ada di wilayah ini masih jauh dari puncaknya.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU