Jumat, 13 MARET 2026 • 11:20 WIB

Pernyataan Perdana Pemimpin Iran Baru: Tuntutan Teheran ke AS

Author

Pernyataan Perdana Pemimpin Iran Baru: Tuntutan Teheran ke AS

Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi baru Iran, mencuri perhatian dunia dengan pernyataan pertamanya usai dilantik menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Ia menegaskan komitmennya untuk membalas tindakan musuh dan mengemukakan tiga syarat bagi Amerika Serikat untuk melanjutkan negosiasi.

Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam ke AS-Israel

Dalam penampilan publik pertamanya, Mojtaba Khamenei mengekspresikan tekadnya untuk membalas kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Ia menyatakan, 'Kami akan membalas darah para martir kami,' di hadapan pendukungnya pada Kamis (12/3).

Khamenei menekankan bahwa Iran tidak akan mundur dan berencana untuk terus menyerang pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai lokasi di Timur Tengah. Hal ini menciptakan ketegangan yang semakin intens di kawasan yang sudah rumit ini.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Bantuan dari Rusia untuk Iran

Setelah pernyataan Khamenei, dukungan mengalir dari sekutu terdekat Iran, Rusia. Presiden Vladimir Putin mengumumkan pengiriman bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan seberat 13 ton, yang akan diberikan kepada Iran melalui Azerbaijan.

Kementerian situasi darurat Rusia menyatakan bahwa bantuan ini adalah langkah konkret untuk menunjukkan solidaritas Moskow dengan Teheran di tengah meningkatnya ketegangan. Pengiriman diatur sedemikian rupa agar obat-obatan dapat diserahkan langsung kepada perwakilan resmi Iran.

Syarat Teheran kepada Trump untuk Negosiasi

Dalam perkembangan selanjutnya, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, telah mengungkapkan tiga syarat yang harus dipenuhi oleh Presiden AS, Donald Trump, jika ingin kembali bernegosiasi dengan Teheran. Dalam percakapan teleponnya dengan Putin, Pezeshkian menekankan pentingnya memenuhi syarat-syarat ini agar perdamaian dapat dicapai.

Syarat-syarat tersebut mencerminkan harapan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir dua minggu. Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran mungkin membuka peluang untuk kembali ke meja perundingan asalkan syarat-syarat tersebut tercapai.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU