Jumat, 13 MARET 2026 • 11:20 WIB

Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama di Industri Satelit

Author

Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama di Industri Satelit

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya transformasi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi antariksa menjadi produsen satelit. Hal ini dinilai vital untuk meningkatkan kemandirian teknologi dan memposisikan Indonesia dalam industri antariksa global.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Menurut Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa di BRIN, Robertus Heru Triharjanto, Indonesia selama ini lebih banyak bergantung pada teknologi luar negeri. Ia menekankan bahwa pengembangan kemampuan nasional sudah dimulai, meskipun sebagian besar komponen masih diimpor.

Transformasi Industri Antariksa Indonesia

Robertus Heru Triharjanto menjelaskan bahwa selama ini Indonesia lebih dikenal sebagai pengguna teknologi dari negara lain. Dia menambahkan bahwa posisi strategis sebenarnya berada di tangan negara-negara yang memproduksi satelit dan menyediakan layanan peluncuran.

Heru mengungkapkan bahwa saat ini, para peneliti nasional mulai membangun kemampuan di bidang teknologi antariksa secara bertahap. Meskipun masih banyak komponen satelit yang diimpor, terdapat langkah-langkah nyata untuk mulai mengembangkan komponen tersebut di dalam negeri.

Beberapa teknologi yang sedang dikembangkan mencakup reaction wheel, star sensor, dan sistem kamera satelit. Semua komponen ini merupakan elemen krusial untuk sistem navigasi dan pengamatan satelit di orbit.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dampak Strategis Produksi Satelit

Kemampuan Indonesia untuk memproduksi satelit sendiri dipandang sebagai peluang strategis yang sangat berarti. Heru percaya bahwa dengan mandiri dalam produksi satelit, Indonesia akan memperkuat kemandirian teknologi dan membangun pusat keahlian di bidang antariksa.

Pengembangan teknologi satelit ini juga dianggap sebagai jembatan antara perguruan tinggi dan industri, serta membuka peluang untuk lahirnya industri satelit di tanah air. Program ini diharapkan juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para peneliti muda dan mahasiswa.

Melalui partisipasi dalam proses desain, integrasi, dan pengujian satelit, peneliti muda diharapkan dapat mengakumulasi pengalaman berharga dalam pengembangan teknologi antariksa secara nyata.

Fondasi Teknologi Satelit Indonesia

Fondasi teknologi satelit di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak peluncuran satelit LAPAN-A1 pada tahun 2003. Proyek ini dikembangkan berkat kolaborasi dengan Technical University Berlin, yang menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi antariksa nasional.

Satelit LAPAN-A1 berhasil diluncurkan pada 10 Januari 2007 menggunakan roket PSLV-C7 dari Indian Space Research Organisation. Keberhasilan ini menjadi titik balik yang signifikan bagi pengembangan industri antariksa di Indonesia.

Heru menekankan bahwa keberhasilan teknologi satelit bergantung pada lebih dari sekadar kecanggihan teknologinya; visi, kepemimpinan, dan kemampuan kerja tim juga merupakan faktor-faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU