Kamis, 12 MARET 2026 • 14:29 WIB

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan di Akhir Bulan Ramadan

Author

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan di Akhir Bulan Ramadan

Menyambut akhir Ramadan, menjaga kesehatan pencernaan jadi hal yang tidak bisa diabaikan. Perubahan pola makan yang drastis bisa berpotensi menimbulkan masalah bagi tubuh.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Banyak orang mengalami gangguan pencernaan setelah sebulan berpuasa, sehingga sangat penting untuk mengambil langkah preventif agar tetap sehat.

Perubahan Pola Makan Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, umat Muslim menjalani puasa dari pagi hingga sore. Kebiasaan makan yang terbatas ini mengharuskan mereka untuk mengatur waktu dan jenis makanan saat sahur dan berbuka.

Konsumsi makanan yang tidak seimbang saat berbuka, terutama yang tinggi lemak dan gula, dapat memicu masalah pencernaan. Dr. Andi, seorang ahli gizi, menyatakan, "Konsentrasi makanan berat dan manis saat berbuka tanpa memberikan jeda dapat menyebabkan lambung tertekan."

Hal ini menggarisbawahi pentingnya menyusun pola makan yang seimbang dan menghindari makanan berat pada saat berbuka.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Gejala Gangguan Pencernaan yang Umum Terjadi

Beberapa gangguan pencernaan yang sering kali muncul di akhir Ramadan meliputi sembelit, diare, dan kembung. Peningkatan frekuensi kunjungan ke rumah sakit karena masalah pencernaan terjadi pada bulan puasa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, masalah pencernaan semakin sering dialami seiring dengan pola makan yang tidak teratur. Dr. Rina, seorang gastroenterolog, menyebutkan, "Konsumsi serat yang rendah dan dehidrasi merupakan dua faktor utama yang memicu masalah pencernaan pada akhir Ramadan."

Penting bagi setiap orang untuk memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak mengalami gangguan pencernaan.

Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan di Akhir Ramadan

Menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah-buahan sangat dianjurkan. Pastikan asupan serat cukup untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Aktivitas fisik ringan setelah berbuka juga bisa membantu proses pencernaan. Berjalan kaki selama 30 menit bisa menjadi pilihan yang baik.

Selain itu, penting untuk memberi waktu pada tubuh antara sahur dan berbuka agar lambung dapat beradaptasi dengan makanan yang masuk. Kementerian Kesehatan mengungkapkan, "Pemberian waktu untuk lambung beradaptasi dengan makanan yang masuk menjadi kunci untuk mencegah gangguan pencernaan."

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU