Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 dapat mencapai hingga 155 juta orang.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Hal ini dapat menimbulkan beban signifikan pada sistem transportasi, terutama jika semua pemudik bergerak bersamaan.
Rencana Kebijakan Mengatasi Lonjakan Pemudik
Pratikno menjelaskan bahwa meskipun survei menunjukkan estimasi tertentu, realita di lapangan sering kali lebih tinggi, mencapai sepuluhan persen lebih banyak.
Sebagai respons, pemerintah telah menyiapkan kebijakan untuk mengurai kepadatan saat arus mudik, yang meliputi pemberian insentif dan diskon untuk transportasi.
Pengaturan lalu lintas juga akan diterapkan dengan sistem buka-tutup untuk memastikan tidak ada penumpukan pemudik pada satu waktu.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Di samping lonjakan mobilitas, pemerintah juga bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Pratikno mengingatkan, "Kita harus waspada antisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategorinya menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia."
Kolaborasi Antara Instansi Terkait
Pemerintah mengajak semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi lonjakan pemudik.
Kementerian Koordinator Infrastruktur diminta untuk memantau potensi kerusakan infrastruktur, sedangkan kepolisian bertugas memastikan kelancaran lalu lintas.
Pratikno menegaskan, "BMKG juga standby, Basarnas juga standby, dan juga partisipasi dari para pemda. Harapannya, semua pihak dapat memastikan keselamatan serta kelancaran arus mudik nanti."
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: