Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) baru-baru ini menjatuhkan putusan mengenai skandal yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Putusan ini diumumkan setelah sidang di Lausanne, Swiss pada tanggal 26 Februari 2026.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) harus menerima kenyataan pahit dengan ditolaknya banding yang mereka ajukan, ditambah dengan denda yang tetap tinggi, mencapai 350 ribu Swiss Franc, setara dengan Rp 7,5 miliar.
Banding FAM Ditolak oleh CAS
Putusan CAS menegaskan penolakan terhadap banding dari Asosiasi Sepakbola Malaysia dan mempertahankan denda yang ditetapkan oleh FIFA. 'Banding yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia telah ditolak dan denda yang dijatuhi oleh FIFA tetap berlaku,' ungkap CAS dalam pernyataannya.
Keputusan ini mencerminkan keseriusan lembaga tersebut dalam menegakkan aturan sepakbola di tingkat internasional. Denda yang dijatuhkan menunjukkan komitmen FIFA dan CAS untuk menjaga integritas permainan.
Keringanan untuk Pemain Naturalisasi
Meski tujuh pemain naturalisasi masih menghadapi larangan berkompetisi selama 12 bulan, CAS memberikan sedikit keringanan. Mereka diizinkan untuk berlatih dan beraktivitas di luar pertandingan resmi.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
'Panel tersebut sebagian mengabulkan banding yang diajukan oleh para pemain, dan mengubah sanksi yang dijatuhkan FIFA sehingga larangan bermain hanya berlaku untuk pertandingan resmi,' terang CAS.
Hal ini menjadi win-win solution bagi para pemain, meskipun mereka tetap tidak bisa tampil di laga resmi.
Latar Belakang Kasus dan Tindakan FIFA
Masalah ini muncul tahun lalu, saat tujuh pemain naturalisasi Malaysia terbukti terlibat masalah administrasi dalam pendaftaran mereka. Investigasi FIFA mengungkapkan bahwa para pemain tidak memiliki ikatan darah dengan Malaysia yang seharusnya menjadi syarat naturalisasi.
Para pemain tersebut, termasuk Facundo Garces dan Rodrigo Holgado, kini terancam masa depan karier mereka. Penyelidikan FIFA juga mengidentifikasi adanya pemalsuan dokumen yang menambah kompleksitas kasus ini.
Kehadiran bukti-bukti ini menjadi alasan kuat bagi FIFA untuk memberikan sanksi tegas terhadap FAM dan para pemain yang terlibat.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: