Jumat, 06 MARET 2026 • 13:56 WIB

Korban Mutilasi WN Ukraina Ditemukan di Bali, Diduga Tewas Beberapa Hari Sebelum Ditemukan

Author

Korban Mutilasi WN Ukraina Ditemukan di Bali, Diduga Tewas Beberapa Hari Sebelum Ditemukan

Seorang warga negara asing asal Ukraina, berinisial IK, diduga tewas tiga hari sebelum penemuan jenazahnya di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, Bali, pada 26 Februari 2026.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Aria Sandy mengungkapkan bahwa kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, yang mengindikasikan kematian lebih dari tiga hari sebelumnya.

Kronologi Penemuan Jenazah

Penemuan potongan tubuh IK terjadi hanya beberapa hari setelah beredarnya video viral pada 22 Februari 2026. Dalam video tersebut, IK terlihat terkapar dalam kondisi babak belur, memohon agar keluarganya mengembalikan uang yang dicuri oleh para pelaku.

Pihak berwenang menerima laporan penculikan ke Polsek Kuta Selatan pada 15 Februari 2026. Kombes Aria Sandy menyatakan, 'Keterangan (IK anak mafia) itu kita belum terima secara resmi ya, mungkin mereka kan tahu lewat media sosial.'

Setelah ditemukan, potongan tubuh ID diidentifikasi melalui laboratorium forensik. Dengan mencocokkan sampel DNA potongan tulang korban dengan DNA ibu korban, pihak kepolisian berhasil mengkonfirmasi identitasnya.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Pengungkapan Tersangka dan Jaringan

Polisi telah menetapkan enam WNA sebagai tersangka dalam kasus ini, di antaranya RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri pun menerbitkan red notice untuk empat tersangka yang diduga melarikan diri ke luar negeri.

Dua tersangka yang tersisa masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dan terdeteksi masih berada di Indonesia. Kombes Sandy menjelaskan, 'Saat ini tim kita juga masih bekerja mengumpulkan semua bukti-bukti yang bisa kita temui di lapangan untuk membuat terang kejadian ini.'

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui apakah para tersangka berhubungan dengan jaringan mafia internasional. Hal ini menjadi fokus utama kepolisian dalam mencari petunjuk mengenai kasus tersebut.

Tindakan Kepolisian dan Reaksi Publik

Kasus ini memunculkan reaksi yang kuat dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak yang mengungkapkan keprihatinan terhadap keselamatan warga asing di Bali, yang dikenal sebagai destinasi wisata yang aman.

Kombes Sandy menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bekerja keras untuk mengungkap motif di balik penculikan dan mutilasi tersebut. 'Kita masih fokus melacak keberadaan enam tersangka agar motif kasus ini bisa terungkap secara terang benderang,' ungkapnya.

Polisi berkomitmen untuk melindungi turis serta mencegah insiden serupa di masa mendatang sambil memberikan kejelasan kepada keluarga korban perihal tragedi ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU