Televisi pemerintah Iran baru-baru ini melaporkan bahwa drone dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menabrak kapal induk USS Abraham Lincoln pada Kamis, 5 Maret 2026. Namun, klaim tersebut tidak didukung dengan rincian lebih lanjut dan dibantah oleh Pentaton secara tegas.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Menteri Luar Negeri Iran juga mengungkapkan kesiapan negaranya menghadapi invasi darat, sementara Amerika Serikat mencatat penurunan signifikan dalam serangan rudal dan drone dari Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Konteks Serangan Drone
Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln, namun Pentagon menyatakan bahwa 'rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran'. Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat pasca penyerangan ini.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan Iran menghadapi potensi serangan di darat. Dalam wawancaranya dengan NBC News, ia mengatakan, 'Kami sedang menunggu mereka' dan menekankan bahwa jika invasi nyata, itu akan menjadi 'bencana' bagi musuh.
Klaim serangan ini tidak hanya menjadi isu domestik, tetapi juga menambah intensitas ketegangan di panggung internasional.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Respon Amerika Serikat
Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS di Timur Tengah, menjelaskan bahwa mereka telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran sejak konflik meningkat. Ia menambahkan, 'Serangan rudal balistik Iran telah menurun 90 persen sejak hari pertama, dan serangan drone telah menurun 83 persen.'
Respons AS ini menunjukkan upaya untuk melindungi kepentingan mereka di kawasan serta menanggapi ancaman dari Iran. Kekuatan militer AS terus berpatroli untuk memastikan keamanan operasional.
Serangan dari AS dan Israel sejak 28 Februari ditujukan untuk melemahkan kapasitas militer Iran, menunjukkan dinamika konflik yang semakin kompleks.
Perkembangan Terkini di Kawasan
Iran telah meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai negara lain di kawasan, menciptakan ketidakpastian lebih lanjut. Intensitas serangan dari kedua belah pihak semakin meningkat, yang menambah kekhawatiran akan escalasi konflik.
Setiap pergerakan dari kedua negara dipantau ketat oleh komunitas internasional. Dampak militer dari ketegangan ini dapat meluas lebih jauh, mempengaruhi stabilitas di Timur Tengah.
Dengan ketegangan yang meningkat, situasi ini menciptakan kekhawatiran yang tinggi terhadap dampak yang mungkin terjadi baik secara regional maupun global.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: