AC Milan akan berhadapan dengan Inter Milan dalam laga yang sangat menentukan di Serie A akhir pekan ini. Ini menjadi kesempatan terakhir bagi Milan untuk menjaga harapan meraih scudetto.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Pertandingan yang dikenal sebagai Derby della Madonnina ini akan berlangsung di San Siro pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB, dengan kedua tim saat ini merajai klasemen Liga Italia.
Posisi Klasemen dan Relevansi Pertandingan
Inter Milan saat ini memimpin klasemen Serie A dengan 67 poin dari 27 pertandingan, sedangkan AC Milan berada di posisi kedua dengan tertinggal 10 poin. Pertandingan ini sangat penting bagi Milan, karena kekalahan dapat mengurangi peluang mereka untuk meraih gelar juara.
Rafael Leao, penyerang Milan, menyebut laga ini sebagai pertandingan hidup-mati untuk timnya. Dengan situasi yang ada, tekanan untuk tampil maksimal semakin besar bagi AC Milan.
Demetrio Albertini, legenda Milan, juga menambahkan pentingnya pertandingan ini, berkata, 'Well, ini jelas kesempatan terakhir. Kalau Inter menang di hari Minggu, mereka bisa mulai menjahit lambang scudetto di bajunya dan bersiap untuk perayaan.'
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Tantangan bagi AC Milan
Jika AC Milan ingin tetap bersaing, mereka harus meraih kemenangan, meski perlu diingat bahwa mereka masih tertinggal tujuh poin dari Inter. Albertini juga menegaskan bahwa mengejar ketertinggalan ini bukanlah hal yang mustahil.
'Tapi,' ungkap Albertini, 'misi tersebut bukan hal yang mustahil. Bagi saya, sekarang, karena tujuh poin itu masih banyak, khususnya karena tim Inter ini melaju 1.000 mil per jam di Serie A.'
Albertini menekankan bahwa Inter perlu tetap waspada dan tidak boleh lengah agar tidak tersandung dalam momentum kemenangan yang telah mereka capai.
Pengalaman dan Harapan
Albertini berbagi pengalaman ketika ia dan timnya berhasil meraih scudetto meskipun sempat tertinggal tujuh poin di musim 1998-99. Ia mengenang bagaimana timnya dapat bangkit meski keadaan tampak tidak menguntungkan.
'Saya meraih scudetto dari tertinggal tujuh poin dengan tujuh laga tersisa,' katanya. 'Kami menyapu bersih kemenangan, dan tim lawan mengalami kekalahan.'
Melihat pengalaman itu, harapan dan keyakinan AC Milan tetap ada, meskipun jalan yang harus ditempuh menuju gelar juara sangat menantang.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: