Selasa, 03 MARET 2026 • 10:57 WIB

Transformasi Pekerjaan di Era AI: Apa yang Harus Diketahui

Author

Transformasi Pekerjaan di Era AI: Apa yang Harus Diketahui

Isu mengenai kecerdasan buatan (AI) yang dapat menggantikan manusia di dunia kerja terus menjadi perbincangan hangat. PT Telkom Indonesia Tbk menjelaskan bahwa perubahan ini sebaiknya dilihat dari sudut pandang yang lebih luas.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Executive General Manager Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa, menyatakan bahwa meskipun ada pekerjaan yang terganggu, AI memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Pergeseran Kompetensi dalam Era AI

Komang Budi Aryasa menekankan bahwa isu AI yang menggantikan manusia tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya, situasi ini lebih berkaitan dengan perubahan kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja.

Dia menjelaskan bahwa individu yang paling berisiko adalah mereka yang enggan untuk beradaptasi dan mempelajari teknologi AI. Untuk menjaga relevansi, peningkatan keterampilan teknis menjadi sangat penting.

"Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI," ujarnya, menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan teknis.

Oleh sebab itu, siapapun yang ingin bertahan di industri harus memastikan bahwa mereka terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

Peluang Baru di Tengah Disrupsi

Telkom menyarankan masyarakat dan profesional untuk proaktif dalam belajar dan memanfaatkan alat-alat AI yang telah ada. Komang menjelaskan bahwa usaha untuk meningkatkan kapabilitas sangatlah krusial.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

"Kita harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools-tools AI yang ada. Jadi jangan diam," tegasnya, mengajak semua pihak untuk terbuka pada pembelajaran baru.

Dia memberikan contoh di bidang jurnalisme, yang perlu beradaptasi agar tetap relevan di era teknologi ini.

Profesi lain juga diharapkan untuk tidak terjebak dalam zona nyaman dan mulai mengenal alat teknologi baru yang dapat menunjang pekerjaan mereka.

Pekerjaan Repetitif dan Otomatisasi

Komang mengakui bahwa pekerjaan yang bersifat repetitif telah lama digantikan oleh sistem otomatisasi dan AI, terutama di industri manufaktur. Hal ini menandakan perlunya pelatihan yang tepat bagi tenaga kerja.

"Pekerjaan-pekerjaan yang repeat ya, berulang, digantikan oleh AI, seperti di pabrik-pabrik itu kan sudah digantikan dengan robot ya," ungkapnya, menyoroti perubahan yang evolutif dalam dunia kerja.

Ke depannya, keterampilan dalam penggunaan alat AI diharapkan dapat mempermudah tenaga kerja untuk berkontribusi di sektor-sektor baru.

Ini membuka peluang bagi mereka yang mampu beradaptasi dan menguasai teknologi mutakhir yang terus berkembang.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU