Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyampaikan bahwa perang antara AS-Israel melawan Iran mungkin akan berlangsung selama empat minggu. Pernyataan ini diungkapkannya dalam wawancara dengan Daily Mail dan dipublikasikan oleh Anadolu.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa kekuatan militer AS dan Israel dapat membuat Iran menyerah dalam waktu singkat, berkat amunisi yang melimpah yang sudah siap pakai.
Kondisi Taktis di Lapangan
Serangan militer yang diluncurkan dari AS dan Israel terhadap Iran mulai berlangsung pada 28 Maret, mencakup berbagai target, termasuk pusat komando dan sistem pertahanan udara Iran. Tindakan ini mengundang respons dari Iran yang langsung meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Trump mengungkapkan, 'Prosesnya selalu empat minggu. Sekuat apa pun negara itu, ini negara besar, akan memakan waktu empat minggu - atau kurang.' Pernyataan tersebut menunjukkan kepercayaan dirinya akan cepatnya penyelesaian konflik ini.
Iran juga menyatakan ketidakpuasan mereka atas serangan dari AS dan Israel, menilai bahwa langkah tersebut akan memperpanjang ketegangan antara dua pihak.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Strategi Militer AS dan Israel
Dalam pandangannya, Trump mengatakan, 'Kami memiliki amunisi dalam jumlah besar. Anda tahu, kami memiliki amunisi yang disimpan di seluruh dunia di berbagai negara.' Hal ini menggambarkan kesiapan AS untuk melanjutkan strategi militernya menghadapi Iran.
Tentara AS dan Israel telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi lokasi-lokasi strategis, seperti tempat penyimpanan rudal balistik dan kapal angkatan laut. Berbagai aset militer, termasuk pesawat pembom siluman B-2 dan kapal induk bertenaga nuklir, telah dikerahkan.
Menurut Trump, serangan yang dilakukan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dari perkiraan, di mana sekitar 48 pemimpin Iran dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. 'Saya pikir semuanya berjalan sesuai rencana,' ujar Trump.
Implikasi Jangka Panjang
Trump berharapa bahwa setelah serangan, akan terbuka peluang bagi munculnya demokrasi di Iran. Harapan ini mencerminkan pandangannya akan solusi politik yang diharapkan dapat terjadi pasca-konflik.
Namun, banyak pengamat memprediksi bahwa ketidakpastian dari konflik ini dapat memengaruhi stabilitas regional dan global. Perang yang berkepanjangan berpotensi menghadirkan tantangan berat bagi kebijakan luar negeri AS ke depan.
Dampak dari konflik ini diharapkan tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi menjalar ke wilayah lain.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: