Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 13:38 WIB

Kolak: Hidangan Manis yang Selalu Hadir di Meja Berbuka Puasa

Author

Kolak: Hidangan Manis yang Selalu Hadir di Meja Berbuka Puasa

Kolak, makanan manis berbahan dasar pisang, ubi, atau ketela, tak pernah absen saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Hidangan ini terkenal dengan rasa lezat dan nilai gizi yang menguntungkan.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Dengan warisan budaya yang kaya, kolak telah menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi berbuka puasa. Namun, apa yang sebenarnya melatarbelakangi popularitasnya yang tak lekang oleh waktu?

Sejarah dan Asal Usul Kolak

Kolak memiliki sejarah yang kaya di Indonesia, dengan berbagai versi tentang asal-usulnya. Makanan ini diperkirakan berasal dari tradisi masyarakat Jawa yang telah ada sejak zaman kerajaan, dan biasa disajikan dalam upacara ritual.

Dalam dunia kuliner, kolak kerap dihubungkan dengan pengaruh budaya Hindu dan Islam yang menjalin sejarah di Nusantara. Variasi resep dan cara penyajiannya berkembang berkat kehadiran pedagang dan pelancong dari berbagai daerah.

Keberadaan kolak tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari tradisi yang menggambarkan kearifan lokal. Ini menunjukkan bagaimana kuliner dapat melintasi batas budaya dan waktu.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kolak dalam Tradisi Berbuka Puasa

Di sepanjang bulan Ramadan, kolak menjadi sajian yang hampir selalu ada di meja berbuka puasa di seluruh Indonesia. Ini bukan hanya makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk berkumpul dan berbagi dengan keluarga.

Tradisi menyantap kolak kian kuat dengan beragam variasi yang ditawarkan, mulai dari kolak pisang, kolak ubi, hingga kolak ketan. Setiap daerah menambah ciri khas masing-masing yang memperkaya menu berbuka.

Momen berbuka puasa dengan kolak sering kali dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan, menjadikannya bukan sekedar hidangan, melainkan simbol dari saling berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Popularitas Kolak dalam Budaya Modern

Dengan inovasi kuliner yang terus berkembang, kolak kini semakin beragam dengan modifikasi resep yang menarik. Kreasi seperti kolak durian dan kolak mini menjadi pilihan baru yang semakin menggoda.

Kolak tidak hanya dinikmati saat berbuka puasa, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas yang banyak dicari selama Ramadan. Saat ini, penjual kolak dapat ditemui di berbagai sudut kota, memperlihatkan perkembangan popularitasnya yang terus meningkat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kolak telah berhasil beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisional yang ada di dalamnya.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU