Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 16:43 WIB

Kecanduan Media Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Mental

Author

Kecanduan Media Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Mental

Fenomena overthinking semakin umum di masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang meluas.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Banyak individu merasa tertekan akibat informasi yang terus mengalir, yang berdampak pada kesehatan mental mereka.

Media Sosial dan Paparan Informasi

Saat ini, media sosial menjadi platform utama bagi banyak orang untuk berbagi momen hidup mereka. Setiap hari, pengguna dihadapkan pada berbagai konten yang dapat memicu perbandingan dengan hidup orang lain.

Paparan informasi yang berlebihan sering kali mengakibatkan perasaan ketidakpuasan. Ketika melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih sempurna, muncul rasa cemas dan ragu terhadap diri sendiri.

Kondisi ini mendorong keinginan untuk selalu tampil ideal di media sosial. Akibatnya, individu terjebak dalam siklus overthinking, terus-menerus berpikir tentang apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Keterikatan Emosional terhadap Validasi

Banyak orang merasa harus mendapatkan pengakuan melalui 'likes' dan komentar positif. Keterikatan emosional ini menciptakan urgensi untuk menyenangkan orang lain di media sosial.

Jika sebuah unggahan tidak memperoleh respons yang diharapkan, perasaan kecewa bisa muncul secara mendalam. Situasi ini mendorong individu untuk merenungkan setiap tindakan yang mereka ambil.

Lebih buruk lagi, menggantungkan kebahagiaan pada validasi dari dunia maya dapat berujung pada depresi.

Dampak Overthinking pada Kesehatan Mental

Dampak dari overthinking tidak boleh dianggap sepele. Banyak orang mengalami gangguan tidur dan penurunan konsentrasi akibat pikiran yang berputar tanpa henti.

Survei menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental dapat memicu masalah yang lebih serius, seperti kecemasan dan depresi. Ini menandakan betapa pentingnya perhatian dari psikolog dan ahli kesehatan.

Di tengah berbagai tantangan ini, masyarakat perlu menemukan cara untuk berinteraksi dengan dunia digital tanpa beban tekanan berlebihan.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU