Sedikitnya 73 orang telah kehilangan nyawa akibat kerusuhan yang melanda Meksiko pasca kematian gembong narkoba Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, alias 'El Mencho'. Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, 25 adalah anggota Garda Nasional yang tewas dalam serangan terpisah.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Kematian El Mencho terjadi pada sebuah operasi militer di Kota Tapalpa, Jalisco, yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu. Kejadian ini memicu gejolak besar di wilayah tersebut dan sekitarnya, menunjukkan dampak signifikan pada stabilitas keamanan.
Tewasnya El Mencho dan Dampaknya
Kematian El Mencho dilaksanakan dalam sebuah operasi militer yang terencana di Kota Tapalpa, Jalisco, pada tanggal 22 Februari. Sosoknya adalah pemimpin utama Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), yang dikenal memiliki ribuan anggota serta terlibat dalam berbagai kejahatan berat, seperti penculikan dan pembunuhan.
Kematian pemimpin kartel ini membuka kembali luka lama dalam konflik kekerasan di Meksiko. Dengan organisasi yang terorganisir dan kuat, CJNG telah menunjukkan bagaimana kepemimpinan mereka dapat memicu serangkaian kekacauan yang melanggar hukum di berbagai tempat.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Korban dan Kerusuhan yang Meluas
Selain dari 25 anggota Garda Nasional yang tewas, 30 terduga anggota organisasi kriminal juga dilaporkan kehilangan nyawa di tengah kerusuhan ini. Kejadian di Jalisco tidak hanya berhenti di situ, karena di negara bagian Michoacan, empat orang juga dilaporkan tewas akibat dampak kekacauan tersebut.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kekuatan dan pengaruh kartel tidak hanya terbatas pada wilayah tertentu, melainkan dapat menyebar dan mempengaruhi stabilitas keseluruhan negara.
Reaksi Luas dari Otoritas dan Masyarakat
Akibat berbagai insiden kerusuhan tersebut, sejumlah sekolah dan lokasi wisata terpaksa ditutup untuk melindungi keselamatan publik. Keputusan tersebut menunjukkan tanggap darurat dari pemerintah untuk menjaga ketertiban di tengah kekacauan.
Kepanikan juga melanda banyak lokasi, khususnya di bandar udara, di mana pelancong terlihat berlarian mencari tempat berlindung. Situasi ini menyebabkan banyak barang bawaan terjatuh dalam kekacauan yang tak terhindarkan.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: