Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa saat ini banyak negara yang beradaptasi dengan tantangan global yang semakin kompleks dan berbahaya.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Pernyataan ini disampaikannya dalam ajang High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata PBB di Jenewa, Swiss, pada 23 Februari 2026.
Kondisi Global yang Memprihatinkan
Sugiono mencatat bahwa dunia saat ini menghadapi kondisi yang lebih berbahaya dibandingkan tahun lalu. 'Ketika saya berpidato di Konferensi ini tahun lalu, situasi global sudah rapuh. Hari ini, kondisinya bahkan lebih tidak menentu, lebih terpolarisasi, dan lebih berbahaya,' ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hukum internasional kini berada di bawah tekanan yang semakin besar. Lembaga-lembaga multilateral juga menghadapi tantangan yang meningkat, yang turut berkontribusi pada ketidakpastian tersebut.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Komitmen Indonesia terhadap Perlucutan Senjata
Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, Indonesia menegaskan komitmennya pada perlucutan senjata multilateral sebagai pilar utama perdamaian dan keamanan internasional. 'Kami percaya komitmen ini bukanlah idealisme, melainkan sebuah kebutuhan,' tambah Sugiono.
Perlucutan senjata multilateral, menurutnya, membutuhkan kerja sama internasional yang dipimpin oleh PBB untuk menghilangkan senjata nuklir, kimia, dan biologis demi menciptakan perdamaian yang langgeng.
Dampak Berakhirnya Perjanjian New START
Sugiono menekankan bahwa lanskap perlucutan senjata global tidak stagnan, tetapi justru mengalami kemunduran yang signifikan. Saat ini, lebih dari 12.000 hulu ledak masih ada, dan program modernisasi senjata terus dipercepat.
Ia juga mengingatkan bahwa retorika nuklir kini semakin mencemaskan, terutama dengan berakhirnya Perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Federasi Rusia. 'Berakhirnya Perjanjian New START, batasan mengikat terakhir pada dua persenjataan nuklir terbesar, menandai momen yang mencemaskan,' pungkasnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: