Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:19 WIB

Perseteruan Terus Memanas: Korea Selatan dan Jepang Berebut Hak atas Pulau Sengketa

Author

Perseteruan Terus Memanas: Korea Selatan dan Jepang Berebut Hak atas Pulau Sengketa

Ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang kembali mencuat setelah pemerintah Seoul melayangkan protes resmi atas acara peringatan di Tokyo yang terkait dengan klaim pulau yang sengketa.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Pemerintah Korea Selatan mendesak Jepang untuk menghentikan klaim tersebut dan bahkan memanggil diplomat senior Jepang untuk menyampaikan keberatan mereka.

Protes Resmi Pemerintah Korea Selatan

Pada 22 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan pernyataan keras menanggapi peringatan yang diselenggarakan oleh Prefektur Shimane, Jepang, yang dikenal sebagai 'Takeshima Day'.

Dalam pernyataannya, kementerian tersebut mendesak agar acara yang dianggap memperkuat klaim Jepang dihapus dan dihentikan.

Korea Selatan menegaskan bahwa pulau yang dikenal sebagai Dokdo merupakan wilayah kedaulatan yang historis dan sah secara hukum internasional.

Seoul juga meminta Jepang untuk menunjukkan sikap rendah hati terhadap sejarah dan menghentikan klaim yang dinilai tidak berdasar.

Sengketa Pulau yang Berkepanjangan

Sengketa antara Korea Selatan dan Jepang mengenai pulau kecil ini telah berlangsung cukup lama dan sering kali dipicu oleh permasalahan sejarah kolonial.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Jepang menjajah Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945, dan permasalahan yang muncul akibat masa penjajahan tersebut masih memengaruhi hubungan kedua negara hingga saat ini.

Seoul berulang kali menolak klaim Jepang atas pulau ini, termasuk dengan menghadiri protes atas pidato Menteri Luar Negeri Jepang yang menegaskan kembali kedaulatan Tokyo.

Isu ini bukan hanya berkaitan dengan hak territorial, tetapi juga menyangkut harga diri nasional bagi rakyat Korea Selatan.

Dimensi Ekonomi dan Strategis Pulau Sengketa

Selain aspek historis dan politik, wilayah yang menjadi sengketa ini memiliki nilai ekonomi dan strategis yang sangat penting.

Pulau-pulau tersebut berada di perairan yang kaya akan sumber daya perikanan serta berpotensi menyimpan cadangan gas hidrat alam yang berharga.

Seoul mencatat bahwa nilai ekonomis dari wilayah ini dapat mencapai miliaran dolar, menjadikannya semakin sensitif dan bernilai bagi kedua belah pihak.

Sikap keras Korea Selatan terhadap pulau ini mencerminkan komitmen mereka untuk tidak berkompromi terkait kedaulatan atas Dokdo.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU