Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:09 WIB

Genetika vs. Faktor Eksternal: Mengungkap Rahasia Usia Panjang Manusia

Author

Genetika vs. Faktor Eksternal: Mengungkap Rahasia Usia Panjang Manusia

Sebuah studi yang menarik dari Institut Sains Weizmann di Israel menunjukkan bahwa sekitar 50% peluang seseorang untuk mencapai usia tua dipengaruhi oleh genetika. Temuan ini menambah dimensi baru pada pemahaman kita mengenai harapan hidup, yang sebelumnya dianggap dipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor lingkungan.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dipimpin oleh Ben Shenhar, mahasiswa doktoral fisika, penelitian ini menyoroti pentingnya memperhitungkan mortalitas ekstern dalam analisis harapan hidup. Ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana genetik dan faktor lain berinteraksi dalam menentukan umur seseorang.

Pentingnya Genetika dalam Harapan Hidup

Ben Shenhar, penulis utama studi ini, mengungkapkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam harapan hidup. Ia menyatakan, "Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda."

Melalui analisis menggunakan data dari kembar Swedia dan Denmark abad ke-19, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang peran genetika dalam menentukan usia. Namun, fokus baru ini juga memperhitungkan elemen mortalitas ekstern, yang dilihat dari dampak berbagai faktor luar pada harapan hidup.

Metodologi Penelitian yang Mendalam

Pendekatan yang digunakan oleh para peneliti mencakup analisis matematis untuk menghitung mortalitas ekstrinsik pada populasi kembar. Data dianalisis dari kembar yang meninggal pada usia 90 tahun karena penyebab alami serta yang meninggal pada usia lebih muda akibat penyakit menular.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Temuan menunjukkan bahwa tingkat mortalitas ekstrinsik di masa lalu jauh lebih tinggi daripada sekarang, terutama sebelum ditemukannya antibiotik yang mengubah cara pengobatan penyakit menular. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya genetika, tetapi juga faktor luar secara signifikan mempengaruhi harapan hidup.

Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai sejarah perkembangan kesehatan dan bagaimana perubahan waktu bisa memengaruhi tingkat kematian.

Implikasi Bagi Penelitian Genetik dan Harapan Hidup

Uri Alon, penulis senior studi ini, menegaskan bahwa penelitian sebelumnya seringkali mengabaikan faktor mortalitas ekstrinsik. Ia menambahkan, "Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik."

Hasil penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemahaman tentang interaksi antara genetika dan lingkungan dalam menentukan harapan hidup. Shenhar menambahkan, "Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen."

Penemuan ini menandakan perlunya penelitian lebih lanjut tentang gen yang dapat mendukung umur panjang, sekaligus mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang terbukti berpengaruh.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU