Insiden memanas terjadi di Gili Trawangan, NTB, saat seorang perempuan warga negara asing (WNA) menghadapi warga yang sedang tadarusan. Perempuan tersebut mengamuk dan mengancam dengan senjata tajam setelah terganggu oleh suara kegiatan tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Kejadian ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada fasilitas, tetapi juga mengundang ketakutan di kalangan masyarakat setempat akibat tindakan agresif perempuan itu saat mencoba merebut kembali barang yang dianggap hilang.
Awal Insiden dan Tindakan Agresif
Insiden terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, ketika warga setempat melaksanakan tadarusan di musala. Kegiatan ini menggunakan speaker, yang rupanya mengganggu perempuan WNA tersebut, hingga memicu kemarahannya dan menyebabkan kerusakan pada mikrofon.
Setelah mengamuk, perempuan itu diduga mengambil ponsel salah seorang warga sebelum kembali ke vila tempatnya menginap. Hal ini membuat warga berinisiatif untuk mengambil kembali ponsel yang dianggap hilang.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Pengancaman dengan Senjata Tajam
Sekitar pukul 00.30 Wita, sekelompok warga berusaha mendatangi vila untuk mengambil kembali ponsel tersebut. Ketegangan meningkat ketika perempuan itu keluar sambil mengacungkan parang dan berteriak, 'what do you want,' yang langsung mengundang ketakutan di antara warga yang hanya ingin mengambil barang mereka.
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa perempuan itu membawa dua parang dan mengejar warga yang menuju ke vila. Tindakan ini menciptakan situasi yang sangat menegangkan bagi warga, membuat mereka merasa terancam.
Usaha Warga dalam Mengatasi Ketegangan
Warga setempat berusaha menenangkan situasi dengan merebut salah satu parang dari perempuan tersebut. Walaupun mereka berhasil mengamankan salah satu senjata, ketegangan tetap berlanjut di area tersebut.
Insiden ini menarik perhatian publik ketika video kejadian menjadi viral di media sosial. Banyak orang mulai berdiskusi mengenai bagaimana interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal berpengaruh pada kehidupan sehari-hari di destinasi wisata seperti Gili Trawangan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: