Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 10:39 WIB

Kekhawatiran Meningkatnya Penyakit Tidak Menular di Kalangan Muda

Author

Kekhawatiran Meningkatnya Penyakit Tidak Menular di Kalangan Muda

Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi perhatian utama, tidak hanya bagi orang tua tetapi juga untuk generasi muda dan remaja di Indonesia.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Sejumlah data terbaru menunjukkan bahwa penyakit seperti jantung, diabetes, dan hipertensi semakin mendominasi tubuh anak muda, yang berpotensi mengganggu cita-cita Indonesia Emas 2045.

Faktor Penyebab Meningkatnya PTM di Kalangan Muda

Perubahan gaya hidup yang signifikan dalam satu dekade terakhir menjadi faktor pendorong utama munculnya PTM di kalangan generasi muda. Pola hidup sedentari yang mendorong ketergantungan pada gadget, ditambah dengan konsumsi makanan olahan yang tinggi gula, garam, dan lemak, membuat kondisi fisik mereka rentan.

Minuman manis kekinian, seperti boba dan kopi susu, juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan ini. Ditambah lagi, penggunaan rokok elektrik atau vape yang terus meningkat mencapai prevalensi 8 persen pada tahun 2023, mempercepat kerusakan metabolik di usia muda.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Masalah Kesehatan yang Menghantui Generasi Muda

Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan laporan Global Burden of Disease 2025 mengindikasikan bahwa masalah kesehatan di kalangan remaja semakin parah. Sebanyak 11,9 persen pelajar berusia 5–12 tahun mengalami obesitas, dan 6,7 persen pelajar berusia 13–17 tahun sudah memiliki tekanan darah tinggi.

Tren peningkatan prevalensi diabetes melitus yang mencapai 8,6 persen dengan rentang usia yang semakin muda menjadi perhatian tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa PTM berperan dalam 74 persen kematian global setiap tahunnya.

Mengidentifikasi Gejala dan Pencegahan PTM

Banyak anak muda yang merasa sehat dan tidak merasakan dampak PTM, padahal tubuh sering memberikan sinyal yang kerap diabaikan. Misalnya, kelelahan kronis dapat menjadi indikator masalah metabolisme yang lebih serius.

Gejala lain yang wajib diwaspadai termasuk rasa haus berlebihan, sakit kepala, dan penurunan penglihatan mendadak. Gejala-gejala ini sering kali merupakan tanda awal diabetes tipe 2 dan hipertensi yang umum terjadi pada usia 20-an.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU