CEO Instagram, Adam Mosseri, baru-baru ini menjelaskan tudingan bahwa penggunaan platformnya dapat merugikan kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Dalam kesaksian di Los Angeles, ia menegaskan bahwa penggunaan Instagram yang berlebihan tidak otomatis berarti kecanduan.
Pentingnya Penjelasan dalam Persidangan
Adam Mosseri memberikan kesaksian dalam sebuah persidangan yang diharapkan berlangsung selama enam minggu. Persidangan ini menguji argumen hukum terkait pertanggungjawaban perusahaan teknologi mengenai dampak pada remaja.
Sebagai petinggi pertama Instagram yang bersaksi, perhatian publik semakin tertuju pada efek media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak.
Dalam sesi tersebut, Mosseri dihadapkan pada pertanyaan dari pengacara utama K.G.M., yang menyoroti tanggung jawab Instagram dalam melindungi penggunanya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Definisi Kecanduan dan Penggunaan yang Bermasalah
Mosseri menegaskan keraguannya terhadap batasan yang menentukan apa yang bisa dianggap sebagai penggunaan berlebihan. Dia menyatakan, 'Penting untuk membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang bermasalah'.
Ia juga menawarkan perspektif bahwa penggunaan media sosial bisa berbeda untuk setiap individu; sejumlah pengguna mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di Instagram namun tetap tidak terpengaruh secara negatif.
Saat ditanya mengenai pengguna yang bisa menghabiskan 16 jam sehari di Instagram, Mosseri mengatakan bahwa hal itu 'terdengar seperti penggunaan yang bermasalah', meskipun dia tetap tidak menganggapnya kecanduan.
Data Survei dan Respon Internal
Mark Lanier turut mengutip survei internal Meta yang diketahui melibatkan 269.000 pengguna, yang mengungkapkan bahwa 60 persen responden mengalami perundungan dalam minggu terakhir. Data ini mendukung banyak klaim mengenai dampak negatif penggunaan Instagram.
Ketika pertanyaan mengenai laporan perundungan dari K.G.M muncul, Mosseri mengaku tidak mengetahui isu tersebut. Namun, ia mencoba menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan Instagram untuk mengatasi permasalahan ini.
Survei internal Meta pada 2019 juga disorot, dikarenakan ada pembahasan mengenai efek negatif dari fitur pengubah penampilan di foto. Mosseri ditanya tentang keputusan perusahaan dalam melarang penggunaan filter tertentu yang berpotensi mencoreng reputasi mereka.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: