Imlek atau Tahun Baru Cina adalah perayaan yang penuh dengan tradisi dan simbolisme, salah satunya adalah hidangan-hidangan khas yang menyertainya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Setiap makanan tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan makna penting tentang keberuntungan dan kemakmuran bagi umat yang merayakannya.
Rebanas atau Kue Keranjang
Rebanas, atau yang dikenal juga sebagai kue keranjang, merupakan salah satu makanan yang wajib ada saat Imlek. Kue ini terbuat dari ketan yang dipadatkan, sering disajikan sebagai simbol kesatuan dan harapan akan keberuntungan.
Filosofi di balik kue keranjang adalah harapan untuk kemakmuran dan kekayaan yang bertahan sepanjang tahun. Semakin tinggi lapisan kue tersebut, semakin tinggi pula harapan untuk keberhasilan di masa depan.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Ikan Utuh
Ikan utuh menjelma sebagai hidangan yang melambangkan surplus dan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin, kata untuk ikan 'yu' terdengar seperti kata untuk 'kelimpahan', sehingga selalu dianggap penting bagi keluarga untuk memiliki ikan di meja makan.
Biasanya, ikan dihidangkan utuh, lengkap dengan kepala dan ekor, untuk melambangkan awal dan akhir yang baik. Menghabiskan ikan pada malam Imlek dipercaya bisa membawa nasib baik di tahun yang baru.
Dumpling atau Jiaozi
Dumpling, atau jiaozi, menjadi makanan khas lain yang sering dihidangkan saat perayaan Imlek. Bentuk dumpling yang mirip koin melambangkan harapan akan kekayaan dan kesejahteraan.
Dalam tradisi, keluarga yang membuat dan menyantap dumpling bersama diharapkan bisa lebih dekat dan saling berbagi berkat di tahun yang baru. Kegiatan memasak ini juga menjadi momen hangat kebersamaan dalam keluarga.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: