Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 12:09 WIB

Hedi Yunus Menceritakan Insiden Panik Sebelum Mengisi Acara di Surabaya

Author

Hedi Yunus Menceritakan Insiden Panik Sebelum Mengisi Acara di Surabaya

Hedi Yunus mengalami pengalaman tak terlupakan menjelang penampilannya di Surabaya pada 5 Februari 2026. Serangan vertigo dan panik menghampirinya hanya tiga jam sebelum ia harus tampil di atas panggung.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Kondisi mendesak ini membuatnya harus mendapatkan pertolongan medis segera saat berada di hotel. Hedi mengungkapkan, keadaan awalnya sangat membingungkan dan panik.

Serangan Vertigo yang Tidak Terduga

Sebelum pertunjukan, Hedi Yunus tengah bersantai di hotel berbintang saat serangan vertigo datang secara tiba-tiba. Dia menggambarkan momen tersebut, di mana ia harus bersandar ke tembok untuk menghindari jatuh.

Hedi yang mendapat pendampingan dari asisten pribadi dan manajernya, merasa sangat panik. "Tim saya di situ ada Azhari dan Hanif, manajer saya, panik karena saya dalam waktu hitungan detik, tiba-tiba saya menyandar ke tembok, tiang di hotel itu," ujarnya.

Momen tersebut jelas mengguncang kepercayaan dirinya sebagai seorang performer. Rasa takut dan panik ini mengganggu fokusnya sebelum menunjukkan kebolehannya di depan publik.

Kondisi Kesehatan yang Makin Buruk

Setelah mengonsumsi beberapa permen untuk sedikit mengatasi rasa mual, Hedi Yunus berusaha menuju kamarnya di lantai 17. Namun, keadaannya justru memburuk saat tiba di kamar.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

"Di kamar, enggak lama, saya muntah-muntah. Banyak banget. Saat itu masih berpikir, mungkin keracunan makanan saat sarapan," jelasnya sambil mengenang ketidaknyamanan yang dialaminya.

Kondisi ini membuatnya sulit untuk berkonsentrasi dan merencanakan langkah selanjutnya. Sebagai seorang artis, melawan ketidakpastian kesehatan menjelang penampilan adalah hal yang sangat berat.

Pencarian Pertolongan Medis

Hedi Yunus mencoba untuk berkoordinasi melalui video call dengan tim manajemennya di Jakarta untuk mencari pertolongan. Mereka memberikan berbagai minuman manis dan bergaram untuk membantunya meredakan gejala.

Namun, tidak ada perubahan yang signifikan selama beberapa saat. Hedi akhirnya dilarikan ke UGD Rumah Sakit Siloam Surabaya.

"Satu jam enggak ada berhenti, muntah terus, isi perut juga terus keluar akhirnya saya ke UGD," paparnya, menyoroti kesulitan yang ia hadapi pada saat kritis tersebut.

Keberanian dan ketangguhannya dalam menghadapi situasi ini menjadi sorotan, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik bagi para seniman.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU