Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan Diet Mediterania dapat mengurangi risiko stroke pada perempuan, terutama saat memasuki masa menopause. Diet ini tidak hanya kaya sayuran dan buah-buahan, tetapi juga lemak sehat yang terbukti efektif untuk menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang menerapkan Diet Mediterania memiliki risiko stroke 18 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak. Temuan ini memberikan harapan dan panduan bagi perempuan untuk mengelola kesehatan mereka dengan baik.
Memahami Diet Mediterania
Diet Mediterania adalah pola makan yang menekankan konsumsi tinggi akan sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama. Pola makan ini mendorong konsumsi ikan sebagai protein hewani utama, sekaligus membatasi daging merah dan produk susu.
Diet ini juga memperbolehkan alkohol dalam jumlah moderat dan kaya akan serat, antioksidan, serta lemak sehat yang semua diketahui memberikan manfaat bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung. Nutrisi ini berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 105 ribu perempuan dari California Teachers Study sejak tahun 1995. Para partisipan mencakup guru dan staf sekolah berusia antara 38 hingga 67 tahun, yang mengisi kuesioner mengenai kebiasaan makan mereka.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Hasil Temuan Penelitian
Setelah mengikuti partisipan selama 20,5 tahun, hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang menerapkan diet ini memiliki risiko stroke lebih rendah sebesar 18 persen. Penurunan yang lebih signifikan ditemukan pada jenis stroke iskemik yang turun sebesar 16 persen, dan stroke hemoragik yang mengalami penurunan mencapai 25 persen.
Temuan ini cukup mengejutkan, terutama terkait dengan stroke hemoragik yang selama ini lebih sering ditemui pada faktor gaya hidup tertentu. Diet Mediterania juga menunjukkan efek positif dalam mengurangi risiko penyakit lain seperti demensia dan kanker payudara.
Dokter Andrew Freeman, seorang ahli kardiologi, menegaskan bahwa studi ini konsisten dengan banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan manfaat dari pola makan berbasis nabati. "Ini bukan hal yang mengejutkan, sudah banyak bukti bahwa pola makan berbasis nabati utuh dan rendah lemak sangat baik untuk mencegah penyakit jantung dan otak," ujarnya.
Relevansi bagi Perempuan yang Memasuki Menopause
Dr Sophia Wang, penulis studi, menyatakan bahwa penting bagi perempuan, terutama yang memasuki menopause, untuk memperhatikan diet mereka. "Risiko stroke pada perempuan meningkat saat menopause dan setelahnya. Studi ini menunjukkan ada hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko itu, salah satunya dengan diet sehat seperti Mediterania," katanya.
Meski ada keterbatasan dalam penelitian ini, seperti observasi pola makan peserta yang tidak dipantau selama dua dekade, hasilnya tetap memperkuat bukti akan kesehatan dari diet Mediterania. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya pola makan yang berbasis tanaman dalam pencegahan stroke.
Pola makan sehat ini dapat menjadi cara efektif dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi risiko stroke, terutama bagi perempuan di usia lanjut.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: