Sejumlah pemain utama di industri teknologi meyakini bahwa kacamata cerdas akan menjadi perangkat komputasi masa depan yang menyaingi smartphone. Prediksi ini muncul dari pengamatan para pemimpin seperti Mark Zuckerberg dan Elon Musk tentang perubahan teknologi yang cepat.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Perkembangan kacamata cerdas ini dipicu oleh peluncuran produk terbaru yang menawarkan interaksi pengguna lebih mudah lewat teknologi kecerdasan buatan, memungkinkan akses informasi tanpa harus menyentuh layar ponsel.
Perkembangan dan Prediksi Kacamata Cerdas
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa permintaan untuk kacamata cerdas akan melonjak dalam dekade mendatang. Ia mencatat dalam acara Meta Connect, 'Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya.'
Tahun 2026 diprediksi sebagai titik balik bagi kacamata cerdas, saat produk ini diharapkan dapat memberikan interaksi lebih alami melalui kecerdasan buatan, menjadikannya alternatif praktis dibanding smartphone.
Misa Zhu, CEO Rokid, menekankan bahwa ada tantangan signifikan yang harus dilalui agar kacamata cerdas bisa diterima secara luas. Ia menyatakan bahwa menyelesaikan 'segitiga mustahil' antara kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan pemakaian adalah kunci untuk kesuksesan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Inovasi dan Fitur Kacamata Cerdas
Rokid telah meluncurkan AI Glasses Style di pasar Amerika Serikat dan Jerman pada Januari lalu. Kacamata ini memiliki fitur canggih, termasuk kamera 12 megapiksel dan integrasi dengan ChatGPT 5.2 untuk perintah audio dan visual.
Masa pakai baterai perangkat ini mencakup lima jam untuk panggilan dan enam jam untuk musik, memberikan kenyamanan dan akses yang lebih baik bagi pengguna dengan harga sekitar US$299 atau setara Rp5.023.300.
Alibaba juga tidak ketinggalan dalam tren ini dengan rencana peluncuran Quark AI Glasses di China menjelang akhir 2025. Kacamata ini akan memungkinkan pengguna melakukan panggilan tanpa tangan serta melakukan terjemahan bahasa secara real-time.
Persaingan di Industri Kacamata Cerdas
Persaingan dalam industri kacamata cerdas semakin sengit dengan banyak perusahaan besar yang mengembangkan produk serupa. Selain Meta dan Rokid, raksasa teknologi lainnya seperti Xiaomi, Google, dan Samsung juga sedang dalam tahap pembuatan perangkat ini.
Alibaba, sebagai pemimpin dalam bidang AI di China, menginformasikan bahwa Quark AI Glasses mereka akan terintegrasi dengan layanan ekosistemnya, seperti Alipay dan Taobao. ini mengindikasikan bahwa kacamata cerdas dipandang sebagai ujung tombak teknologi komputasi masa depan.
Meskipun smartphone masih memimpin pasar, peluncuran produk baru menunjukkan bahwa pergeseran menuju perangkat wearable sudah semakin nyata. Kacamata cerdas berpotensi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pengguna, seiring dengan kemajuan teknologi.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: