Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 12:07 WIB

Klarifikasi Prilly Latuconsina atas Kontroversi LinkedIn

Author

Klarifikasi Prilly Latuconsina atas Kontroversi LinkedIn

Prilly Latuconsina, aktris sekaligus pengusaha, baru-baru ini membuat pernyataan permohonan maaf terbuka terkait polemik yang muncul akibat fitur 'Open to Work' di LinkedIn. Pengakuan ini disampaikan melalui video di akun Instagram-nya pada 3 Februari 2026.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Keputusan Prilly untuk mengaktifkan fitur tersebut memicu reaksi kritis dari warganet, yang menilai tindakannya kurang peka terhadap situasi pencari kerja yang tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Awal Mula Kontroversi

Permasalahan ini mulai muncul ketika Prilly Latuconsina mengaktifkan label 'Open to Work' di profil LinkedIn-nya, mengundang perhatian lebih dari 30.000 koneksi. Berbagai reaksi negatif dari pengguna media sosial pun bermunculan, dengan banyak yang menganggap tindakan tersebut tidak bijaksana.

Kritik tersebut muncul karena banyak individu yang saat ini sedang berjuang mencari pekerjaan di tengah tantangan ekonomi yang meningkat. Banyak yang berpendapat bahwa pernyataan Prilly bisa dianggap meremehkan perjuangan para pencari kerja.

Reaksi Prilly dan Permohonan Maaf

Di dalam video klarifikasinya, Prilly menyampaikan bahwa ia sepenuhnya memahami adanya reaksi publik yang beragam. Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi mengenai isu-isu yang sensitif.

Prilly menyadari bahwa keinginannya untuk membuka jalur komunikasi profesional ternyata tidak diterima seperti yang diharapkannya. Ia mengakui bahwa tindakannya dapat dianggap kurang empatik terhadap orang-orang yang bergelut mencari pekerjaan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

"Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi," ungkapnya.

Tanggapan dan Komitmen untuk Ke depan

Prilly menekankan bahwa ia tidak bermaksud meremehkan para pencari kerja ketika mengunggah status itu. Dalam kata-katanya, "Pertama-tama, aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa enggak nyaman atau kesalahpahaman."

Ia juga mengakui perbedaaan pengalaman hidupnya yang mungkin mengakibatkan pernyataannya dianggap tidak peka. "Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang," tambahnya.

Komitmennya untuk lebih hati-hati ke depannya pun dinyatakan dengan tegas, menjelaskan akan lebih memperhatikan dampak unggahannya di media sosial pada isu-isu sensitif.

Reaksi Publik dan Harapan Prilly

Setelah pernyataan permohonan maaf tersebut, reaksi publik menjadi beragam. Ada yang mendukung sikap terbuka Prilly, sementara ada juga yang tetap skeptis terhadap tindakannya.

Terlepas dari kritik, banyak penggemarnya yang menghargai keterbukaan Prilly untuk mendialogkan isu ini. Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menjernihkan situasi yang melibatkan banyak emosi dan reaksi belakangan ini.

"Aku berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan situasi yang sempat memanas dalam beberapa hari terakhir," ujar Prilly, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi positif di masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU