Kamis, 29 JANUARI 2026 • 22:05 WIB

Kenapa Generasi Muda Mengalami Ketidakpuasan yang Meningkat?

Author

Kenapa Generasi Muda Mengalami Ketidakpuasan yang Meningkat?

Di era modern yang sarat dengan tuntutan, banyak anak muda merasakan ketidakpuasan yang mendalam terhadap hidup mereka. Fenomena ini mendorong mereka untuk terus mencari kebahagiaan di luar pencapaian yang ada.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Beberapa faktor yang berkontribusi meliputi pengaruh media sosial, perbandingan sosial yang intens, dan ekspektasi tinggi dari lingkungan. Mari kita telusuri lebih dalam alasan dibalik perasaan ini.

Pengaruh Media Sosial

Saat ini, media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari anak muda. Beragam foto dan video berkilau yang diunggah oleh teman-teman mereka kerap menciptakan tekanan untuk selalu tampil sempurna.

Psikolog mengungkapkan, 'Media sosial dapat membuat kita merasa kurang berharga jika tidak bisa menyaingi standar yang ditampilkan oleh orang lain.'

Akibatnya, anak muda sering kali merasa bahwa hidup mereka tidak cukup menarik jika dibandingkan dengan gambaran ideal yang ditampilkan di media sosial.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Perbandingan Sosial yang Kuat

Perbandingan sosial dengan teman maupun tokoh publik kerap kali mengakibatkan ketidakpuasan. Sikap ini membuat mereka merasa kurang beruntung, meskipun sebenarnya kehidupan yang mereka jalani tidak seburuk itu.

Seorang peneliti terkenal mengatakan, 'Perbandingan sosial dapat menjadi dua sisi mata uang: kadang bisa memotivasi, tetapi seringkali justru membuat kita merasa tidak puas dengan hidup kita.'

Melihat pencapaian orang lain sering memicu anak muda untuk meremehkan keberhasilan yang mereka miliki, menambah rasa frustrasi di dalam diri.

Ekspektasi yang Tinggi dari Lingkungan

Lingkungan di sekitar anak muda sering kali membentuk harapan tinggi berdasarkan hasil pendidikan dan pencapaian mereka. Tuntutan untuk mencapai kesuksesan menjadi beban psikologis yang tidak ringan.

Seorang psikolog menjelaskan, 'Terlalu banyak tekanan dari keluarga dan masyarakat dapat mengakibatkan anak muda merasa gagal jika tidak memenuhi harapan tersebut.'

Rasa ketidakpuasan semakin menumpuk ketika mereka merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut, meskipun sudah berusaha dengan maksimal.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU